nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru Diresmikan Jokowi, Pemprov Kaltara Nyatakan Minat Beli Pesawat N-219 untuk Kurangi Beban Subsidi

Yudhistira Dwi Putra, Jurnalis · Kamis 16 November 2017 07:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 15 337 1814753 baru-diresmikan-jokowi-pemprov-kaltara-nyatakan-minat-beli-pesawat-n-219-untuk-kurangi-beban-subsidi-qCtfrwdRuO.jpg Pesawat Nurtanio (FOTO: Okezone)

NUNUKAN - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie menyatakan keinginannya untuk membeli pesawat N-219 Nurtanio. Pembelian pesawat itu, dikatakan Irianto akan mengurangi beban anggaran dan pendapatan belanja daerah (APBD).

Selama ini, kata dia, APBD sering terbebani atas biaya subsidi ongkos angkut (SOA) orang dan barang ke wilayah perbatasan dengan Malaysia setiap tahunnya.

Apabila pesawat ini dapat dibeli oleh Pemprov Kaltara, maka beban subsidi tersebut menjadi berkurang karena ada pesawat milik sendiri yang siap melayani penerbangan bagi masyarakat secara rutin, kata Gubernur Kaltara melalui pesan tertulisnya, sebagaimana dilansir Antara.

Irianto menyatakan pesawat yang nantinya menjadi milik Pemprov Kaltara bisa menjadi solusi dari kesulitan transportasi udara masyarakat dan angkutan barang ke pedalaman dan perbatasan.

"Jika jadi membeli pesawat N-219 ini, pengoperasiannya bekerja sama dengan salah satu maskapai penerbangan. Jadi jika ini benar-benar bisa dibeli maka banyak manfaat yang diperoleh pemda terutama aspek finansial, teknis dan operasional," kata dia.

Pesawat N-219 sendiri dibanderol dengan harga Rp 80 miliar. Harga tersebut, menurut Irianto jauh lebih murah jika dibandingkan dengan pesawat lain pada kelas yang sama. Kemudian, keunggulan lain yang dimiliki adalah kemampuan waktu terbangnya cukup lama yakni dua jam.

Ia memprediksi biaya operasional cukup murah dibandingkan menyewa pesawat lain mengangkut barang dan orang menggunakan subsidi.

Menurut dia, biaya operasional N-219 sebesar Rp 30 juta per jam dengan rincian biaya operasional penerbangan Rp 7 juta per jam ditambah honor pilot dan kru ditambah bahan bakarnya.

Sedangkan anggaran subsidi yang harus dikeluarkan Pemprov Kaltara setiap tahun apabila menyewa pesawat sebesar Rp 60 juta per jam.

(ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini