Ingin Percepat Putusan UU Pemilu, MK Minta Pemohon Kurangi Jumlah Saksi di Persidangan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 14 November 2017 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 14 337 1813939 ingin-percepat-putusan-uu-pemilu-mk-minta-pemohon-kurangi-jumlah-saksi-di-persidangan-gd06stYxHj.jpg Ilustrasi. Foto Okezone

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang uji materiil UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dengan agenda sidang mendengarkan ‎keterangan DPR dan ahli pemohon.

Hakim konstitusi Arief Hidayat meminta agar pemohon yang mengajukan gugatan tersebut tidak membawa banyak saksi ahli maupun saksi fakta ke persidangan. Sementara pemohon dalam gugatan ini adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia.

Sebelumnya pemohon dengan nomor perkara 62/PUU-XV/2017 dari Perindo dengan kuasa hukum Ricky Margono berniat akan membawa belasan saksi fakta ke persidangan.

"Ya (ada 3 saksi ahli), dan ‎fakta 15 orang Yang mulia," kata Ricky dalam persidangan di Gedung MK, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).

"Lho, enggak perlu banyak-banyak!," ujar Arief Hidayat.

Baca: Jika MK Kabulkan Gugatan Verifikasi Faktual, Semua Parpol Akan Setara

Ia menjelaskan, hakim konstitusi tidak melihat dari jumlah saksi yang dihadirkan dalam memutus suatu perkara. Sebaliknya, kata dia, hakim konstitusi melihat kualitas dari pemaparan dari para saksi tersebut di persidangan.

"Jadi begini, dalam persidangan Mahkamah bukan dari segi kuantitas ahli atau saksi, tapi kualitas," kata Arief.

Sehingga, kuasa hukum Perindo itu langsung memutuskan untuk mengurangi saksi yang akan dihadirkan oleh pihaknya ke persidangan berikutnya. "Jika diperkenankan lima Yang Mulia," jawab Ricky.

"Lima baik. Tapi ini supaya memberikan keterangan yang berbeda ya, tidak sama," jelas Ketua MK itu.

Arief mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah kritik dari berbagai pihak lantaran MK dinilai terlalu lambat dalam memutus suatu perkara. Padahal, menurut dia, panjangnya proses persidangan membuat hakim lama dalam memutus uji materi tersebut.

"Kemarin ada kritik, ini mahkamah bertele-tele, padahal kan kita harus mendengarkan semua, orang semua juga ingin didengar," terangnya.

Sementara, hakim konstitusi lainnya ‎I Dewa Gede Palguna meminta para pemohon untuk cermat dalam menghadirkan saksi dan ahli dipersidangan. Sebab, banyaknya jumlah saksi yang dihadirkan tidak menjadi penting apabila keterangan yang disampaikan tidak berwarna atau berbeda dengan sebelumnya.

"Kadang Anda mengajukan ahli yang sama untuk hal sama apalagi dia berikan keterangan sama," beber Palguna.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini