nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pergantian Panglima TNI, Komisi I DPR: Pastikan Tidak Berpolitik Praktis!

Bayu Septianto, Jurnalis · Selasa 14 November 2017 09:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 14 337 1813622 pergantian-panglima-tni-komisi-i-dpr-pastikan-tidak-berpolitik-praktis-MFmITebqL0.jpg Anggota Komisi I Arwani Thomafi

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018, atau kurang lebih lima bulan lagi. Penggantinya diharapkan memiliki peran yang strategis dalam menghadapi tahun-tahun politik, yakni Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

"Memastikan TNI tidak berpolitik praktis, imparsial, dan teguh mengawal kedaulatan NKRI menjadi agenda penting di bawah komando Panglima TNI yang baru," ujar Anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi dalam keterangannya yang diterima Okezone, Selasa (14/11/2017).

(Baca Juga: Imparsial: Rotasi Pergantian Panglima TNI, Bila Mengacu UU Giliran AU dan AL)

Selain itu, Arwani juga menyoroti persoalan modernisasi kekuatan TNI serta persoalan kesejahteraan TNI juga menjadi pekerjaan rumah yang senantiasa harus terus dikawal pimpinan TNI.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengungkapkan konstitusi memberikan mandat penuh kepada presiden untuk mengusulkan pergantian panglima TNI. Terkait siapa dan dari matra mana, menurut Arwani, hal tersebut menjadi hak prerogatif Presiden.

"Kapan dan dari angkatan mana, biarlah pembahasan hal itu tidak menjadi ruang yang akan mengurangi hak prerogatif Presiden. TNI mempunyai tradisi pengkaderan yang sangat bagus dan teruji," jelasnya.

TNI, lanjut Arwani dinilai mempunyai banyak stok kader yang selain professional dan tangguh, juga sangat siap untuk mengisi estafet kepemimpinan di TNI.

"Presiden tinggal milih saja. Domain kami nanti soal setuju atau tidak," tukasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini