nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPW: Pemukulan Wartawan Merupakan Bentuk Ciderai Demokrasi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 14 November 2017 07:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 14 337 1813573 ipw-pemukulan-wartawan-merupakan-bentuk-ciderai-demokrasi-noLRRsTsJd.jpg Neta S Pane IPW (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane menegaskan pengeroyokan terhadap wartawan Okezone, Saldi yang dilakukan oleh oknum anggota polisi dianggap telah menciderai nila-nilai demokrasi.

Menurut Neta, profesi Pers merupakan pilar keempat demokrasi yang berada di luar sistem politik formal seperti eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

"Tugas wartawan dilindungi undang-undang sehingga setiap pihak yang melakukan kekerasan terhadap wartawan bisa dikenakan pasal berlapis, yang melanggar KUHP dan UU pokok pers dengan ancaman di atas lima tahun penjara," katanya kepada Okezone. Selasa (13/11/2017),

Neta meminta, agar para pelaku diberikan hukuman yang berat, sehingga dapat menjadikan contoh untuk anggota lainya, bahwa aksi tersebut tidak patut di contoh.

"Polisi itu harus segera dipecat dan tidak pantas lagi menjadi polisi yang membawa misi melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat, kasus penganiayaan wartawan tersebutmenunjukkan polisi itu msh mengedepankan sikap-sikap refresif yang militeristik," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, kejadian pengeroyokan tersebut berawal saat dirinya memposting di akun media sosialnya karena kecewa terhadap petugas kepolisian yang bertindak sesuka hati saat akan melakukan pembubaran perselisihan antar warga.

Saldi menyatakan bahwa isi status medsos Facebooknya berisi ‘Petugas keamanan bukannya mengamankan malah membuat situasi menjadi ricuh’. Setelah mem-posting kalimat tersebut Saldi yang kebetulan sedang berkumpul di depan Satlantas langsung di jemput paksa oleh pihak oknum kepolisian ke pos terpadu.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini