nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polres Dharmasraya Dibakar, IPW: Teroris Makin Berani Perang Terbuka dengan Polisi

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 12 November 2017 22:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 12 337 1812844 polres-dharmasraya-dibakar-ipw-teroris-makin-berani-perang-terbuka-dengan-polisi-KJyHh6CXjw.jpg Neta S Pane (tengah) dalam sebuah diskusi (Okezone)

JAKARTA - Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat dibakar terduga teroris. Kedua pelaku akhirnya tewas ditembak polisi. Indonesia Police Watch (IPW) menilai, aksi kedua pelaku adalah modus teror baru dalam dunia terorisme di Indonesia.

"Sebab kedua pelaku yang diduga sebagai teroris itu berhasil membakar kantor polisi atau Polres (Dharmasraya)," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane dalam keterangan tertulis diterima Okezone, Minggu (12/11/2017).

Dari pantauan IPW selama ini aksi penyerangan teroris terhadap Polri lebih kepada anggota kepolisian. Ada yang ditembak atau dibacok atau terkena ledakan bom teroris. Kalaupun ada fasilitas Polri yang diserang lebih kepada aksi penembakan dari jarak jauh.

"Namun dalam kasus Polres Dharmasraya tersebut, teroris nekat melakukan aksi pembakaran. Artinya para teroris Indonesia semakin berani melakukan perang terbuka dan perang jarak dekat dengan anggota kepolisian," tuturnya.

Ia menjelaskan, bahwa sikap nekat para teroris ini patut dicermati dan diwaspadai segenap jajaran Polri agar anggotanya maupun fasilitasnya tidak terus menerus menjadi bulan bulanan teroris. Perang terbuka dan perang jarak dekat yang dilakukan teroris kepada jajaran kepolisian belakangan ini kerap terjadi.

"Setelah serangan bom Kampung Melayu yang menewaskan sejumlah polisi, para teroris melakukan serangan ke Polda Sumut yang menyebabkan satu polisi tewas," ungkapnya.

Menurutnya, kasus di Polres Dharmasraya hampir sama dengan penyerangan di Polda Sumut. Teroris melakukan serangan di tengah malam menjelang pagi. Di Polda Sumut teroris menikam polisi sampai mati, tapi di Dharmasraya teroris membakar kantor polisi. Dari kasus ini ada dua yang harus menjadi perhatian polri agar bisa mempersempit ruang gerak teroris.

"Pertama, kasus Dharmasraya dan Polda Sumut menunjukkan bahwa jajaran kepolisian tidak boleh lengah, terutama saat tengah malam dan dinihari. Dua serangan di Sumut dan Dharmasraya menunjukkan bahwa serangan terjadi saat jam jam rawan dimana orang orang terjebak ngantuk yang hebat," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini