nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gugatannya Diterima MK, Ini Permintaan Kelompok Aliran Kepercayaan ke Pemerintah

Febrianto, Jurnalis · Rabu 08 November 2017 06:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 07 337 1809983 gugatannya-diterima-mk-ini-permintaan-kelompok-aliran-kepercayaan-ke-pemerintah-2YlImaXEbW.jpg

Gugatannya Diterima MK, Ini Permintaan Kelompok Aliran Kepercayaan ke Pemerintah
JAKARTA - Penganut kepercayaan berharap pemerintah menyetarakan hak para kelompoknya. Permintaan ini usai Mahkamah Kosntitusi (MK) mengabulkan permohonan para penganut aliran kepercayaan yang menggugat aturan pengosongan kolom agama di kartu tanda penduduk (KTP) berbasis elektronik.
"Harapan untuk pemerintah dan MK ya semakin terbukanya untuk anak-anak, kesetaraan anak bangsa," kata salah satu penganut aliran kepercayaan yakni Arnold Purba, di Jakata, Selasa (7/11/2017).
Tak hanya itu, Arnold juga menceritakan bahwa selama ini penganut aliran kepercayaan sering diperlakuan diskriminasi dengan tidak mendapat kesetaraan saat melamar pekerjaan.
"Diskriminasi itu banyak. Dalam lamaran pekerjaan di situs online itu enggak pernah terdapat di situ dihadirkan kepercayaan. Menandakan bahwa kepercayaan itu tidak, belum, pernah disetarakan dengan anak-anak bangsa. Kami mohonkan untuk Kementerian Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja dan di mana pendidikan kami harapkan dibuka secara umum agar anak-anak tidak terdiskriminasi gitu," ujarnya.
Dirinya mengatakan sangat senang para penganut aliran kepercayaan bisa diakui pemerintah, usai putusan MK diketuk kemarin.
"Kami sangat senang karena telah tercapainya kepercayaan itu diakui pemerintah dan ruang lingkupnya untuk pekerjaan anak-anak saya telah terbuka," ungkapnya.
Arnold juga mengatakan bahwa permintaan penulisan penganut kepercayaan di KTP sudah diajukan sejak 20 tahun lalu agar adanya kesetaraan secara umum. (feb)

JAKARTA - Penganut kepercayaan berharap pemerintah menyetarakan hak para kelompoknya. Permintaan ini usai Mahkamah Kosntitusi (MK) mengabulkan permohonan para penganut aliran kepercayaan yang menggugat aturan pengosongan kolom agama di kartu tanda penduduk (KTP) berbasis elektronik.

"Harapan untuk pemerintah dan MK ya semakin terbukanya untuk anak-anak, kesetaraan anak bangsa," kata salah satu penganut aliran kepercayaan yakni Arnold Purba, di Jakata, Selasa (7/11/2017).

Tak hanya itu, Arnold juga menceritakan bahwa selama ini penganut aliran kepercayaan sering diperlakuan diskriminatif dengan tidak mendapat kesetaraan saat melamar pekerjaan.

"Diskriminasi itu banyak. Dalam lamaran pekerjaan di situs online itu enggak pernah terdapat di situ dihadirkan kepercayaan. Menandakan bahwa kepercayaan itu tidak, belum, pernah disetarakan dengan anak-anak bangsa. Kami mohonkan untuk Kementerian Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja dan di mana pendidikan kami harapkan dibuka secara umum agar anak-anak tidak terdiskriminasi gitu," ujarnya.

Dirinya mengatakan sangat senang para penganut aliran kepercayaan bisa diakui pemerintah, usai putusan MK diketuk kemarin.

"Kami sangat senang karena telah tercapainya kepercayaan itu diakui pemerintah dan ruang lingkupnya untuk pekerjaan anak-anak saya telah terbuka," ungkapnya.

Arnold juga mengatakan bahwa permintaan penulisan penganut kepercayaan di KTP sudah diajukan sejak 20 tahun lalu agar adanya kesetaraan secara umum. (feb)

(amr)

Berita Terkait

aliran

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini