Bila PAN Keluar Koalisi, Hanura: Tak Ada Pengaruh

Bayu Septianto, Okezone · Minggu 05 November 2017 08:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 05 337 1808650 bila-pan-keluar-koalisi-hanura-tak-ada-pengaruh-jpFMk3WwnA.jpg Dadang Rusdiana (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menginginkan partainya itu keluar dari koalisi pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Dadang Rusdiana mengatakan tak akan dampak yang signifikan bila memang PAN benar-benar keluar dari koalisi pendukung pemerintah.

"Nggak ada pengaruh, PAN keluar tidak berpengaruh apapun," ujar Dadang kepada Okezone, Minggu (5/11/2017).

Diketahui, pada awal pemerintahan Jokowi, PAN berada di Koalisi Merah Putih (KMP), yakni koalisi partai politik yang tak mendukung pemerintahan. Namun, tiba-tiba PAN bermanuver untuk bergabung di koalisi pendukung pemerintah, hingga akhirnya sejumlah kadernya diberikan kursi menteri oleh Presiden Jokowi.

Sekretaris Fraksi Partai Hanura itu menilai bila PAN sejak awal memutuskan untuk bergabung di koalisi pendukung pemerintah, seharusnya kompak untuk mendukung setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

"Koalisi itu harus dalam suka dan duka. Bukan ingin dalam suka saja, tetapi terhadap kebijakan pemerintahan tidak mendukung, kan aneh," kata Dadang.

Menurut Dadang, partainya tak merasa keberatan bila PAN ingin keluar dari koalisi pendukung pemerintah. Meski begitu, Hanura, lanjut Dadang menuturkan keluar tidaknya PAN dari koalisi merupakan hak PAN sepenuhnya.

"Itu hak PAN untuk keluar atau tetap di koalisi pemerintahan. Kita nggak keberatan sama sekali," jelas Dadang.

Sebelumnya, Amien Rais melontarkan hal tersebut keinginannya itu menyusul pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menganggap tak etis bila partai pendukung pemerintah namun tak sejalan dengan kebijakan atau sikap politik yang diambil pemerintah.

Hal tersebut merujuk pada sikap PAN yang menolak penerbitan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 yang kini telah disahkan menjadi undang-undang.

Tak hanya ini saja, PAN pun menunjukkan perbedaan pandangan dengan koalisi pemerintah dalam paripurna RUU Pemilu. Fraksi PAN adalah salah satu dari empat fraksi yang walk out dalam rapat paripurna RUU Pemilu pada awal akhir Juli lalu. RUU itu kemudian disahkan dalam rapat paripurna tersebut.

(muf)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini