Share

Mengingat 1 Tahun Aksi Damai 411, Ratusan Ribu Demonstran Putihkan Jakarta

Ahmad Sahroji, Okezone · Sabtu 04 November 2017 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 03 337 1808082 mengingat-1-tahun-aksi-damai-411-ratusan-ribu-demonstran-putihkan-jakarta-sFx87J1qmr.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Aksi 4 November 2016, atau yang dikenal dengan Aksi Damai 411 sering disebut-sebut sebagai aksi massa terbesar sepanjang sejarah modern bangsa Indonesia. Aksi ini terjadi menyusul pernyataan kontroversi mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap menghina agama Islam.

Genap 1 tahun peristiwa tersebut berlalu, namun aksi ini masih terus membekas dibenak masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta. Berikut 5 fakta aksi 411 yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

1. Melibatkan puluhan ribu demonstran

Aksi direncanakan oleh berbagai ormas Islam. Penyelenggara merencanakan aksi yang sepenuhnya damai dan menuntuk dipenjarakannya Basuki atas tuduhan penistaan agama, yang masih diselidiki oleh kepolisian.

Penyelenggara memperkirakan aksi ini akan dihadiri lebih banyak peserta dibanding aksi terhadap Basuki sebelumnya, dan menyarankan peserta untuk membawa bekal, mengantisipasi kemungkinan menginap, dan "menyiapkan wasiat untuk keluarga".

Aksi berpusat di kawasan antara Bundaran Hotel Indonesia, Bundaran Bank Indonesia dan Istana Kepresidenan, yang dideskripsikan telah berubah menjadi "lautan putih" oleh demonstran yang berpakaian putih. Polisi memperkirakan sekitar 200.000 warga menghadiri aksi ini, perkiraan lain menyebut angka 50.000.

2. Libatkan 7 ribu personel pengamanan

Polisi menyiagakan 7.000 personel untuk mengamankan aksi protes. Pasukan TNI dikerahkan untuk menjaga kawasan Pecinan di Jakarta Barat. Warga Tionghoa khawatir aksi 4 November akan berakhir seperti kerusuhan 1998. Sejumlah gereja juga dijaga ketat oleh aparat keamanan.

Pada 3 November, berkaitan dengan aksi yang direcanakan pada 4 November pemerintah melalui Kemkominfo memblokir 11 situs web yang dianggap menyebarkan sentimen SARA, termasuk portalpiyungan.com dan situs Islam smstauhiid.com.

3. Sempat Ricuh

Aksi ini semula berjalan dengan damai dan tertib hingga Jumat sore, yang merupakan batas penyelenggaraan aksi ini. Tokoh yang menghadiri aksi ini diantaranya Mantan Ketua MPR Amien Rais, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon, serta penyanyi Ahmad Dhani dan Rhoma Irama. Para demonstran berorasi dan menggunakan yel-yel, mendesak diprosesnya tindakan hukum terhadap Basuki.

Namun sekitar pukul 18:30 WIB aksi yang seharusnya sudah bubar mulai menjadi ricuh. Disinyalir, elemen demonstran beratribut HMI memulai dorong-dorongan dan menyerang polisi. Elemen lain tidak terlibat upaya kericuhan, dan sebagian massa Front Pembela Islam (FPI) berusaha melindungi barisan polisi dari elemen yang menyerang.

Awalnya, polisi mempertahankan barisannya dengan perisai dan tanpa senjata. Namun setelah serangan menjadi lebih parah, anggota FPI yang melindungi polisi menghindar dan polisi melepaskan tembakan gas air mata.

Dua kendaraan milik Brimob dibakar saat terjadi kericuhan di depan Istana Merdeka, sekitar pukul 20:10 WIB. Situasi di sekitar Istana mulai terkendali sekitar pukul 21:00 WIB, namun kericuhan terjadi di bagian lain Jakarta, tepatnya di Penjaringan, Jakarta Utara. Sebuah mini market dijarah dan sebuah sepeda motor dibakar. Baru sekitar dini hari para pelaku kericuhan membubarkan diri. Dilaporkan 2 warga dan 1 polisi terluka.

4. Dugaan Penjarahan

Di luar konsentrasi massa yang berada di sekitaran Istana Merdeka, terjadi penjarahan oleh massa yang diduga tidak terkait dengan aksi demonstrasi. Sejumlah video yang diunggah netizen menunjukkan bukti tersebut. Dilaporkan Antara, sekelompok remaja membuat kericuhan di Jalan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu dini hari dengan berusaha melakukan penjarahan toko.

Aparat kepolisian bersama TNI yang dilempari batu, berusaha membubarkan massa dengan gas air mata dan "watercanon". Satu per satu remaja pembuat onar yang tertangkap, langsung diamankan pihak kepolisian berpakaian sipil.

5. Aksi memungut sampah

Usai melaksanakan ibadah salat Jumat, pada 4 November, massa diperingatkan untuk kembali memungut sampah dan membuangnya ke tempat yang telah disediakan.

Di Masjid Istiqlal, misalnya, saking banyaknya pengunjuk rasa yang datang, jamaah harus menjalankan ibadah hingga ke halaman luar masjid. Otomatis mereka menggunakan koran sebagai alas untuk salat.

Di lokasi lain seperti Balai Kota DKI Jakarta yang menjadi salah satu titik kumpul demonstrasi hari ini, pendemo juga diminta untuk kembali memungut sampah. Aksi tersebut pun menjadi viral di media sosial, yang tak jarang memuji sikap peduli kebersihan peserta aksi.

(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini