nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Survei CSIS: Media Online dan Televisi Digemari Generasi Milenial

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 18:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 03 337 1808012 survei-csis-media-online-dan-televisi-digemari-generasi-milenial-LXx73Ca4Kp.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Perusahaan media online dan televisi kian menjamur di era sekarang. Itu disebabkan karena permintaan masyarakat mlinenial yang hidup terlalu lama bersama perangkat lunaknya. Sehingga banyak perusahaan media cetak yang gulung tikar akibat ditinggalkan konsumennya.

Hal itu terlihat dari hasil survei Center for Strategic and International Studies (CSIS). Dari survei terlihat bahwa 79,3% kaum milenial menonton televisi setiap harinya. Sementara yang membaca media online sebanyak 54,3 %.

Untuk yang mendengarkan radio hanya sebesar 9,5 % setiap harinya dan yang membaca koran hanya 6,3% per harinya. Perbedaan generasi milenial dan non milenial dalam minat baca berita media online amat signifikan. Dimana Non milenial hanya 11,9 persen yang membaca media online setiap harinya.

Peneliti CSIS Arya Fernandes mengatakan, kaum milenial lebih berminat membaca berita di media online. Sebab, kata dia, informasi yang didapat lebih cepat.

(Baca Juga: Dipercaya 75,3% Kaum Milenial, CSIS Paparkan Pemilih Segala Usia Juga Puas dengan Kinerja Jokowi-JK)

"Generasi milenial mengalami pergeseran ke media-media baru seperti online, sehingga penetrasinya besar jaraknya dengan non milenial," ujar Arya dalam pemaparan hasil survei CSIS bertajuk "Orientasi Sosial, Ekonomi dan Politik Generasi Milenial" di Auditorium CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).

Sekedar informasi, ada 600 sampel yang dipilih secara multistage random sampling dari 34 provinsi di Indonesia dalam survei ini. Responden generasi milenial adalah masyarakat Indonesia yang sudah memiliki hak pilih dalam pemilu dan berusia 17-29 tahun.

Margin of error survei ini sebesar +/- 4 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dan quality control-nya 20 persen sampel melalui spotcheck dan 50 persen diverifikasi via telepon.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini