Terungkap! Penyebar Konten Pornografi Sesama Jenis Juga Hina Presiden Jokowi dan Artis

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 03 November 2017 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 03 337 1807725 terungkap-penyebar-konten-pornografi-sesama-jenis-juga-hina-presiden-jokowi-dan-artis-EjiJKuu1fy.jpg Barang bukti kasus pornografi. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

JAKARTA – Pelaku penyebar konten pornografi sesama jenis atau gay di media sosial Facebook dan Instagram, Taufik Gani (22) ternyata juga melakukan penghinaan terhadap Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa artis Indonesia, salah satunya Ayu Ting Ting.

Kasubag Ops Satgas Patroli Ditipid Siber Bareskrim Polri, AKBP Susatyo Purnomo mengungkapkan, pelaku menghina Presiden Jokowi dengan menyebarkan video yang diunggahnya melalui media sosialnya.

"Pelaku menyampaikan pernyataan yang kurang pantas kepada Presiden Jokowi, pejabat lainnya, dan juga artis," kata Susatyo dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Jumat (3/11/2017).

(Baca Juga: Polisi Tangkap Penyebar Konten Pornografi Sesama Jenis di Sarinah)

Namun, Susatyo menekankan, pihaknya akan fokus terlebih dahulu dalam kasus penyebaran konten pornografi sesama jenis tersebut. Meski begitu, dia membuka kemungkinan akan mengusut kasus penghinaan kepada Kepala Negara itu.

"Selain itu (konten pornografi), ada konten pencemaran nama baik kepada pejabat negara, kepada artis, kelompok masyarakat lainnya karena itu delik aduan, kami masih menunggu," ucap dia.

Sekadar diketahui, Taufik ditangkap aparat kepolisian di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Selasa 31 Oktober 2017. Media sosial pelaku sudah dipantau selama dua bulan belakangan lantaran sering mengunggah konten pornografi.

Modus Taufik menyebarkan konten itu untuk mengajak para kaum sesama jenis berkencan dan bersenang-senang olehnya melalui postingan di media sosial. Bahkan, dalam mengajak 'bercinta' kaum gay, Taufik juga mencantumkan nomor handphone-nya.

Saat ini pelaku dibantarkan penahanannya di RS Polri lantaran ketika dilakukan penangkapan, pelaku meronta-ronta kesakitan. Dia mengatakan bahwa dirinya menderita penyakit HIV/AIDS.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar.

Ia juga dijerat Pasal 45 ayat (1) dan atau pasal 45A ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini