Polisi Tangkap Penyebar Konten Pornografi Sesama Jenis di Sarinah

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 03 November 2017 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 03 337 1807711 polisi-tangkap-penyebar-konten-pornografi-sesama-jenis-di-sarinah-PRoI1NL0xe.jpg Barang bukti kasus pornografi. (Puteranegara/Okezone)

JAKARTA – Petugas Direktorat Tindak Pidana (Ditipid) Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pria, Taufik Gani (22) yang diduga merupakan penyebar konten pornografi sesama jenis di media sosial, Facebook dan Instagram.

Kasubag Ops Satgas Patroli Ditipid Siber Bareskrim Polri AKBP Susatyo Purnomo mengungkapkan, Taufik ditangkap di Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Selasa 31 Oktober 2017.

"Melalui akun Facebook dan Instrgramnya, Taufik Gani telah mendistibusikan konten asusila sesama jenis," kata Susatyo dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Jumat (3/11/2017).

Dalam kasus ini, polisi telah melakukan pemantauan terhadap media sosial Taufik Gani selama dua bulan belakangan. Pasalnya, banyak kegiatan dunia maya pada akun tersebut yang menyebarkan konten pornografi sesama jenis.

Susatyo menyebut bahwa modus dari Taufik menyebarkan konten itu hanya sebatas untuk mengajak kaum sesama jenis untuk berkencan dan bersenang-senang . Bahkan, dalam mengajak 'bercinta' Taufik juga mencantumkan nomor handphone-nya.

"Jumlah followers media sosial Taufik Gani sendiri cukup banyak, untuk Facebook sebanyak 39.950 pengikut, dan lnstagram, 1.976," ujar dia.

Ketika dilakukan penangkapan, Susatyo menceritakan bahwa Taufik Gani menjerit-jerit mengaku kesakitan. Dia mengatakan bahwa dirinya menderita penyakit HIV/AIDS.

"Dengan alasan kemanusian, dibawa ke RS Tarakan karena berteriak mengidap HIV kemudian dirujuk ke RS Polri," ucap Susatyo.

Adapun barang bukti yang disita polisi dari tangan Taufik antara lain, satu handphone Vivo, satu HP Samsung duos, satu simcard Simpati dengan nomor 0821880787xxx, satu laptop Sony Vaio, satu buah laptop Asus hitam, tiga laptop Lenovo hitam.

Kemudian satu laptop Hp merah (patah), satu laptop Acehitam (patah), 94 koin kuno, satu kotak hp merk Vivo, satu kamera pocket Casio silver, satu hardisk eksternal merk transcend hitam, satu HP merk samsung putih, satu HP merk Nokia hitam, satu HP Samsung jenis note putih, satu HP Samsung gold, satu HP Samsung jenis duos putih, satu HP merk maxtron hitam.

Lalu satu kamera pocket Casio 5X silver, satu buah ATM Mandiri, dua ATM BCA, dua ATM BRI, satu kartu member Osbond, satu KTP Bagaskara, dan uang Rp2 juta.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar.

Serta Pasal 45 ayat (1) dan atau pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini