nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wow! Kelompok Kriminal Papua Pimpinan Sabinus Waker Miliki 15 Pucuk Senpi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 02 November 2017 19:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 02 337 1807402 wow-kelompok-kriminal-papua-pimpinan-sabinus-waker-miliki-15-pucuk-senpi-FZgRM9hkOK.JPG Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli (foto: Okezone)

JAKARTA - ‎Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker memiliki 15 pucuk senjata api (Senpi) saat melakukan aksi terornya di Tanah Cendrawasih.

Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah 15 sampai 30 orang yang kerap berpindah-pindah usai melakukan aksi kriminalnya di Tembagapura.

"Estimasi (senjata) di antara mereka ini ada 8 sampai 15 pucuk senjata itu masih ada. Senjatanya bervariasi," kata Boy di Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2017).

‎Boy menjelaskan, kelompok Sabinus Waker mempersenjatai dirinya dengan cara merampas atau mencuri senjata miliki petugas. Mereka diduga melakukan aksi kriminalnya bermotif politik lantaran semakin dekatnya ajang kontestasi Pilgub Papua 2018.

"‎Kalau (motif) Pilkada ada memang. Tapi tidak bisa digeneralisir tapi ada indikasi dari hasil penelusuran kita dari kelompok ini dapat dimanfaatkan oleh para Paslon untuk meraih dukungan jadi kita ada fakta-fakta mengarah ke situ," terang mantan Kadiv Humas Polri itu.

‎Jenderal bintang dua menilai, ada banyak motif yang membuat kelompok Sabinus Waker melakukan tindakan kriminal di Tembagapura. Pasalnya, mereka juga ingin meminta hak dari Freeport hingga menyuarakan isu kemerdekaan untuk Papua.

"‎Tapi kalau motif lain ya ada macam-macam, minta hak dan sebagainya. (mereka) sampikan dengan menyuarakan isu merdeka seperti itu," ujar Boy.

Polda Papua meningkatkan pengamanan di sejumlah objek vital yang ada di wilayah timur Indonesia ini. Pengamanan tersebut dilakukan mulai di kantor-kantor pemerintahan, KPU hingga Bawaslu.

"‎Karena itu berpotensi jadi sasaran amuk massa pendukung," kata Boy mengakhiri.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini