Menhan: Ulama Harus Selalu Mengawal Ajaran Islam Nabi Muhammad dan Membela Negara

Apriyadi Hidayat, Okezone · Selasa 31 Oktober 2017 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 31 337 1805920 menhan-ulama-harus-selalu-mengawal-ajaran-islam-nabi-muhammad-dan-membela-negara-Fz1iI3PUet.jpg Menhan Ryamizard Ryacudu saat penutupan halaqah nasional di Depok (Apriyadi/Okezone)

DEPOK - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan, umat Islam harus menjalankan ajaran seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, termasuk kewajiban membela negara dari segala ancaman.

“Dengan demikian para ulama, kiai dan cendikiawan PBNU harus selalu siap mengawal dan mengamankan ajaran agama Islam yang benar yang dicontohkan oleh Nabi Besar kita Muhammad SAW sekaligus untuk membela negaranya dari segala bentuk ancaman dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun dari luar negaranya,” kata Ryamizard dalam ‘Halaqah Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan Dakwah Aswaja Bela Negara’ di Pesantren Al Hikam, Beji, Kota Depok, Selasa (31/10/2017).

Ia menambahkan, bangsa Indonesia memerlukan semangat dan kesadaran bela negara dalam menghadapi derasnya fenomena persaingan mempertahankan eksistensi suatu bangsa dalam era globalisasi baru.

“Era Globalisasi baru yang saya maksudkan disini merupakan konsekuensi logis dari pola perubahan akibat proses modernisasi yang sarat dengan pola persaingan ekonomi antar bangsa serta saling ketergantungan satu dengan yang lain. Di mana bentuk persaingan yang dinamis ini dapat berdampak terhadap perubahan sistem politik, hukum, mental dan budaya, serta penghayatan terhadap ideologi suatu bangsa,” jelasnya.

Dalam kapasitasnya sebagai Menhan, Ryamizard tidak ingin Indonesia kalah dan gagal dalam persaingan modernisasi dan global tersebut yang pada gilirannya dapat mengancam eksistensi dan keutuhan NKRI.

“Karena dalam persaingan globalisasi, yang kuat keluar sebagai pemenang dan menjadi pemimpin serta pasti akan menjajah. Sementara yang lemah akan kalah dan menjadi pecundang dan akan terus terjajah,” ujarnya.

“Sehingga dalam hal ini, saya memandang sangat perlu untuk selalu mengingatkan dan menyampaikan tentang pentingnya penanaman niai-nilai kesadaran bela negara sebagai modalitas kekuatan dan pengikat jati diri bangsa agar kita bersatu dan berhasil dalam menghadapi setiap tantangan dalam dinamika globalisasi,” pungkas dia.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini