Ini 5 Fakta Umar Patek, Narapidana Kasus Terorisme yang Jadi Pengibar Bendera Merah Putih

Ahmad Sahroji, Okezone · Rabu 01 November 2017 06:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 31 337 1805659 ini-5-fakta-umar-patek-narapidana-kasus-terorisme-yang-jadi-pengibar-bendera-merah-putih-uHpFLeWKXT.jpg Umar Patek saat menjadi pasukan pengibar bendera (Foto: Antara)

JAKARTA - Beberapa hari lalu ramai diperbincangkan, narapidana kasus terorisme Umar Patek yang menjadi pengibar bendera Merah Putih saat upacara HUT Kementerian Hukum dan Asasi Manusia (Kemenhumham) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Porong, Jawa Timur, pada Senin, 30 Oktober 2017.

Kepala Lapas Porong Riyanto mengaku, Umar Patek sudah lima kali menjadi pengibar bendera. Riyanto mengatakan, Umar Patek yang menjalani hukuman sebagai terpidana kasus teror sejak 2014 menjadi "langganan" pengibar bendera upacara HUT Kemerdekaan RI pada 2015-2017, Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2016.

Akan tetapi, sebelum antusias sebagai pengibar bendera, Umar sempat punya beberapa catatan hitam, bahkan sempat disegani dunia. Berikut faktanya yang berhasil dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

1. AS hadiahkan 1 juta dolar bagi yang berhasil menangkap Umar Patek

Umar Patek merupakan seorang anggota Jemaah Islamiyah yang paling dicari oleh Pemerintah Amerika Serikat, Australia, Filipina dan Indonesia karena keterlibatannya dalam aksi terorisme. Amerika bahkan pernah menjanjikan hadiah sebesar 1 juta dolar AS kepada siapa saja yang bisa menangkapnya atau memberikan informasi untuk menangkapnya Patek. Harga itu lebih murah dibanding Dulmatin (10 juta dolar), yang telah tewas di Ciputat.

2. Korlap Bom Bali

Umar Patek juga diyakini sebagai koordinator lapangan pada insiden peledakan bom di Bali, Indonesia pada tahun 2002. Umar Patek juga ditengarai berperan sebagai komandan lapangan pelatihan Jamaah Islamiyah di Mindanao, Filipina. Noordin M Top, yang berhasil dilumpuhkan Densus 88 beberapa waktu lalu, pernah menjadi muridnya.

3. Beristri Mualaf

Umar mengaku ikut bergabung dengan kelompok militan di Mindanao, Filipina pada 1998. Ia berbaur bersama dalam kelompok di sebuah camp mujahidin di Filipina.

Di negara itu pula, Umar Patek menemukan jodohnya, seorang perempuan Filipina. Di tahun itu pula, ia menikah dan sang istri yang seorang katolik lalu menjadi mualaf (masuk agaman Islam). Umar pun mengundang keluarga besar istrinya yang katolik untuk hadir dalam pernikahan itu.

 

4. Memiliki banyak nama

Umar Patek digambarkan sebagai laki-laki Jawa keturunan Arab. Patek memiliki tinggi badan 166 cm dengan berat sekitar 60 kg dengan warna kulit coklat. Umar Patek juga memiliki nama sejumlah samaran antara lain Umar Kecil, Umar Arab,Umar Patek, Abu Syekh,Anis Allawy Ja'far dan Zacky.

5. Divonis 20 tahun penjara

Pada 21 Juni 2012 pengadilan Indonesia menghukum Patek 20 tahun penjara karena pembunuhan dan pembuatan bom. Dia ditemukan bersalah atas semua enam tuduhan, termasuk keterlibatan dalam serangan terhadap gereja-gereja pada malam Natal 2000.

Jaksa tidak menuntut hukuman mati. Selama persidangan Patek meminta maaf kepada keluarga korban dan menyatakan bahwa ia tidak melakukan apa pun lebih dari bahan kimia campuran untuk bahan peledak. Patek juga menyatakan bahwa sasarannya selalu Israel dan bukan "Barat".

(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini