nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MA: Setiap Tahun Akan Ada Rekrutmen Calon Hakim

Reni Lestari, Jurnalis · Sabtu 28 Oktober 2017 02:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 27 337 1803907 ma-setiap-tahun-akan-ada-rekrutmen-calon-hakim-ZokPJz6YTC.jpg Sekretaris MA, Achmad Setyo Pudjoharsoyo (Foto: Reni/Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Achmad Setyo Pudjoharsoyo mengatakan, seleksi calon hakim yang diadakan tahun ini sebenarnya belum memenuhi sepenuhnya kebutuhan hakim.

Dari kebutuhan sekira 4.000 hakim, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) hanya menyetujui 1.684 untuk rekrutmen tahun ini. Karenanya, rekruitmen calon hakim, mulai 2017 akan dibuka setiap tahun.

"Insya Allah tiap tahun akan ada perekrutan, setidak-tidaknya dalam tahun-tahun depan bisa teralokasi, karena kebutuhan kita akan hakim terus bertambah, mengingat ada yang pensiun dan lain sebagainya," kata Pudjo di kantornya, Jumat (27/10/2017).

Ia mengaku sudah ada kesepakatan dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengenai kebutuhan hakim ini.

"Saya dengan pak Menpan sudah sepakat dengan melihat kondisi yang seperti ini perlu ada rekrutmen dan kebutuhan kita memang sangat besar, kita memang sangat membutuhkan," kata dia.

Ia berharap, seleksi calon hakim di tahun mendatang bisa menjaring lebih banyak kandidat sehingga masalah kekurangan hakim di daerah-daerah, khususnya yang terpencil, bisa terselesaikan.

"Kalau kita melihat format yang tersedia untuk calon hakim ini, nanti mereka akan kita tempatkan di daerah-daerah yang mungkin jauh dari keramaian, yang mungkin untuk menuju lokasi saja membutuhkan perjuangan, ini barangkali yang menjadi hal yang tidak menarik minat para calon," jelas Pudjo.

Karena pertimbangan itulah, tak hanya kemampuan akademis yang dituntut, tetapi juga integritas dan kemauan mengabdi. Terlebih, menjadi hakim yang notabene adalah bagian dari lembaga peradilan tidaklah mudah. Sebab, tidak bisa sebuah lembaga peradilan memenuhi 100 persen kepuasan masyarakat.

"Kalaupun dipercaya 100%, nilainya hanya 50, artinya separuh itu senang karena diuntungkan dengan putusan hakim, yang separuh lagi pasti kecewa karena putusannya," ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini