Wow! Anggaran Gedung Baru DPR Rp601 Miliar untuk Tahap Perencanaan`

Bayu Septianto, Okezone · Kamis 26 Oktober 2017 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 26 337 1802764 wow-anggaran-gedung-baru-dpr-rp601-miliar-hanya-untuk-tahap-perencanaan-2j1myY9lXm.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Rapat paripurna DPR telah mengesahkan alokasi anggaran proyek pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Anggaran yang disahkan pun mencapai Rp601 miliar.

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto menuturkan, anggaran sebesar itu baru akan dikeluarkan untuk proses perencanaan saja, seperti biaya konsultan perencanaan dan manajemen konstruksi untuk proyek penataan kawasan parlemen, mulai dari pembangunan gedung baru DPR hingga alun-alun demokrasi.

"Pemerintah sudah ada anggaran Rp601 miliar. Dikhususkan untuk perencanaan saja," kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2017).

Diketahui, jumlah anggaran proyek penataan kawasan parlemen diketahui sebesar Rp601 miliar, rinciannya biaya pembangunan gedung baru dialokasikan sebesar Rp320,44 miliar dan alun-alun demokrasi Rp280 miliar.

Total alokasi anggaran sebesar Rp601 miliar itu masuk ke dalam pagu anggaran DPR yang disahkan dalam UU APBN 2018 sebesar Rp5,7 triliun.

Menurut Agus, pelaksanaan pembangunan memang seluruhnya diserahkan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Angka Rp601 miliar itu, lanjut Agus, sudah melalui kajian yang dilakukan Kementerian PUPR.

"Yang jelas dulu kan ini sudah pernah dibicarakan. Dulu tidak mendapat persetujuan, baru kemarin itu kembali diajukan oleh Kementerian Keuangan dan itu sudah tertera di APBN yang kemarin diketok di tahun 2018," ujar Agus.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu mengungkapkan setelah konsultan perencanaan bekeja, barulah bisa diketahui nominal atau besaran biaya proyek penataan kawasan parlemen berikut fasilitas yang ada di dalamnya akan dikeluarkan.

"Sekarang baru dianggarkan untuk dilaksanakan konsultan dari perencanaan. Jadi sekarang ini yang ada anggaran untuk konsultan perencanaan," papar Agus.

Hal senada juga diungkapkan Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal DPR Damayanti. Ia membenarkan bahwa anggaran Rp601 miliar itu untuk tahap konsultan perencanaan dan manajemen konstruksi.

"Ini tidak serta merta langsung bangun gedung, harus ada perencananya, konsultan perencana, konsultan manajemen konstruksi dulu baru dibangun," kata Damayanti saat dihubungi wartawan.

Damayanti menegaskan alokasi anggaran Rp601 miliar itu masih berupa pagu tertinggi yang tidak harus dihabiskan dalam penggunaannya.

"Jadi tidak serta merta ya, tapi memang Rp601 miliar pagu nya, tertinggi. Jadi bisa berkurang, kalau lebih tidak mungkin, pasti berkurang dari itu pakainya berapa," pungkas Damayanti.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini