Menlu Retno Terus Pantau WNI yang Alami Kecelakaan di Penang

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 25 Oktober 2017 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 25 337 1802429 menlu-retno-terus-pantau-wni-yang-alami-kecelakaan-di-penang-dH0qVWUWJs.jpg Menlu Retno LP Marsudi (Foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan, pihaknya mengawasi perkembangan kecelakaan maut yang melibatkan Warga Negara Indonesia (WNI) di Penang, Malaysia. Dalam peristiwa nahas tersebut terdapat tujug dari 39 WNI di dalam bus tersebut meninggal dunia.

"Kita ingin ucapkan duka cita yang mendalam, dan simpatik kepada keluarga korban WNI yang meninggal dunia dan juga saat ini masih ada di rumah sakit (RS) karena kecelakaan bus di Penang," kata Retno di Komplek DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).

Retno menerangkan, hingga saat ini pihaknya tengah melakukan komunikasi intensif dengan Konsulat Jenderal Indonesia di Penang guna mengetahui kondisi terkini WNI tersebut.

"Kapasitas bus itu 40 orang, 39 orang di antaranya WNI, meninggal 7 orang, dalam kondisi kritis 2 orang, saat ini berada di UGD 8 orang, kita melakukan perawatan inap 12 oranng. Saat tadi saya telepon ada yang sedang menjalani scan 1 orang dan yang rawat jalan adalah 9 orang," paparnya.

Menurut Retno, pemerintah sedang berupaya maksimal untuk melakukan pendampingan bagi keluarga korban yang meninggal. Dirinya pun bakal memberikan informasi terbaru ihwal perkembangan selanjutnya.

"Pihak KJRI dan Kemenlu sudah melakukan komunikasi dengan keluarga-keluarga korban dan Insya Allah kita akan terus memantau dan mendampingi keluarga dan mengurus keperluan setelah kejadian ini terjadi," tukasnya.

Sekadar informasi, kecelakaan maut antara bus karyawan pabrik Sony dan Plexus itu terjadi di kilometer 47, Lebuh Utara Selatan, Pulau Penang, Malaysia pada Selasa kemarin, sekira pukul 6 pagi waktu setempat.

Tabrakan tersebut mengakibatkan delapan orang tewas dan 26 lainnya terluka. Korban tewas terdiri dari tujuh WNI dan seorang warga Malaysia.

Mayoritas karyawan yang menumpangi bus tersebut adalah karyawati yang berasal dari Indonesia dan Nepal.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini