Sedot Ratusan Miliar dari APBN 2018, DPR Wujudkan Mimpi Miliki Gedung Baru

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 25 Oktober 2017 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 25 337 1802422 sedot-ratusan-miliar-dari-apbn-2018-dpr-wujudkan-mimpi-miliki-gedung-baru-YzVNcOkZ8T.jpg Gedung DPR/MPR (FOTO: Okezone)

JAKARTA - Keinginan anggota legislatif memiliki gedung baru makin dekat dari realisasi. Sebab, dalam paripurna, Rabu (25/10/2017), mereka telah mengesahkan alokasi anggaran proyek pembangunan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan mengatakan, anggaran itu ‎telah masuk dalam nomenklatur Kesetjenan DPR dalam APBN 2018.‎ Namun, ia tak menjelaskan secara detail ihwal anggaran pembangunan tersebut.

‎"Itu masuk ke dalam nomenklatur Kesetjenan DPR," kata Taufik usai rapat paripurna pengesahan APBN 2018 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Taufik menerangkan, ‎DPR menyerahkan proses pembangunan gedung mulai dari ‎desain, model, struktur bangunan, landscape, iconic DPR, hingga waktu penyelesaiannya kepada pihak pemerintah. Pembangunan gedung baru itu, dikatakan Taufik telah disetujui dengan nilai Rp500 miliar.

"‎Kalau itu kita serahkan Kemmenterian PU-PR. Kita dari pimpinan sudah menyerahkan, kita sudah tidak ikut berkecimpung lagi dalam konteks di hal teknis, kita serahkan ke Kesetjenan, ke Kementerian PU-PR dan Kementerian Keuangan. Itu menjadi ranah pemerintah," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Jazilul Fawai menyatakan, anggaran pembangunan gedung tersebut masuk dalam anggaran operasional DPR tahun anggaran 2018 senilai Rp 57 triliun. Pembangunan gedung baru termasuk program penataan kawasan parlemen yang memakan dana Rp 601 miliar.

"Ini sudah keputusan DPR, diputuskan di paripurna tadi. Atas nama DPR dan kemudian dicatatkan di berita negara," ujar Jazilul.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengaku rencana pembangunan itu sudah dikaji sejak tiga tahun yang lalu. Sebab, menurutnya, kondisi gedung parlemen yang lama sudah amat mengkhawatirkan.

"Sudah dikaji sejak tiga tahun yang lalu itu. Masa kita mau nunggu gedung roboh dulu," tegasnya sembari berlalu memasuki mobil.

(ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini