Tak Lolos Verifikasi KPU, Partai Idaman Pastikan Gugatan UU Pemilu di MK Jalan Terus

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 24 Oktober 2017 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 24 337 1801354 tak-lolos-verifikasi-kpu-partai-idaman-pastikan-gugatan-uu-pemilu-di-mk-jalan-terus-fPi4tjPuqn.jpg Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama mengatakan, tak akan mencabut gugatan uji materiil Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) di Mahkamah Konstitusi (MK) meskipun partainya telah dinyatakan tidak lolos sebagai peserta pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Mohon izin yang mulia, perkara Nomor 53, Partai Idaman, kami harus menjelaskan standing opinion kami. Kemarin kami dinyatakan tidak lolos di KPU karena ada diskriminasi. Kami sudah laporkan ke Bawaslu karena ada partai yang tidak lengkap data Sipol-nya, diloloskan. Video dan argumen akan kami serahkan ke yang Mulia," kata Rhoma Irama di Ruang Sidang MK, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).

(Baca Juga: Partai Idaman Gugat UU Pemilu ke MK, Nih Pasal-Pasal yang Dipermasalahkan)

Raju dangdut ini pun juga meminta izin kepada hakim ketua sidang yakni Anwar Usman bila nantinya pada sidang berikut perwakilan tidak dapat hadir dan bukan berarti mencabut gugatannya.

"Mohon izin juga, bila pada sidang selanjutnya kami tidak hadir bukan berarti kami mencabut gugatan kami disini. Tetapi kami sedang fokus mengurus gugatan di Bawaslu. Atas berkenan kami ucapkan terima kasih," jelas Rhoma.

Hal tersebut direspons ketua hakim sidang yakni Anwar Usman. Ia mengizinkan bila perwakilan Partai Idaman tidak hadir dalam sidang berikutnya.

"Tidak hadir berarti tidak mencabut? Ya, Kami izinkan," papar Ketua hakim sidang Anwar Usman.

Sekadar informasi, sidang hari ini bergagendakan mendengarkan Keterangan Presiden dan DPR terhadap lima perkara dengan nomor 62,60,73,53,67/PUU-XV/2017 yang melakukan pengujian pada Pasal 173 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Namun, pihak DPR berhalangan hadir dan hanya mendengarkan keterangan dari pihak presiden yang tetap pada pendiriannya saat disampaikan pada sidang sebelumnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini