Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018, Polri Siagakan 962.662 Personel

Reni Lestari, Okezone · Senin 23 Oktober 2017 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 23 337 1800784 penyelenggaraan-pilkada-serentak-2018-polri-siagakan-962-662-personel-Glp6PLhc8e.jpg

JAKARTA - Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Lutfi Lubihanto mengatakan, pihaknya akan menerjunkan setidaknya 962.662 personel untuk mengamankan penyelenggaraan Pilkada serentak 2018.

"962.662 personel gabungan tersebut terdiri dari 763.633 Linmas, 163.485 Polri, dan 35.554 TNI," kata Lutfi saat Rakor Persiapan Pilkada serentak 2018 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Ia menjelaskan, ratusan ribu personel tersebut dikerahkan untuk mengatisipasi konflik horizontal baik sebelum, saat dan setelah Pilkada berlangsung.

Adapun daerah rawan konflik yang telah dipetakan Polri dibagi menjadi dua, yaitu rawan 1 dan rawan 2.

Wilayah rawan 1 antara lain, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo. Sementara, wilayah rawan 2 antara lain, Papua dan Aceh.

Diketahui, ada sembilan indikator yang digunakan Polri untuk menentukan wilayah rawan. Indikator tersebut adalah terkait kesiapan penyelenggaraan pilkada, sejarah konflik, potensi konflik paslon, deparpolisasi (calon independen), karakteristik masyarakat, tingkat kerawanan gangguan kamtibmas, sengketa batas wilayah calon, calon incumbent/petahana dan partai lokal (parlok).

Jika sebuah daerah memenuhi indikator 1 sampai 4, maka daerah tersebut masuk dalam wilayah rawan 1. Sedangkan jika daerah itu memenuhi semua kategori yang ada, maka itu disebut rawan dua atau sangat rawan konflik. Dengan demikian, Papua dan Aceh menjadi dua wilayah teratas dengan potensi konflik pada Pilkada 2018 mendatang.

Selain menyiapkan personel untuk pengamanan Pilkada, Polri juga menyiapkan satuan pengamanan pribadi untuk semua calon kepala daerah.

"Kita juga telah siapkan satuan pengamanan untuk pribadi. Itu dipersiapkan agar sedapat mungkin tidak memberikan kesan aparat tidak berlaku adil," ujar Lutfi.

(ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini