Top! Ditjen Perhubungan Udara Beberkan Pencapaian Kinerja Selama 3 Tahun

Achmad Fardiansyah , Okezone · Sabtu 21 Oktober 2017 02:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 21 337 1799838 top-ditjen-perhubungan-udara-beberkan-pencapaian-kinerja-selama-3-tahun-EZNEVnoRX2.jpg Ditjen Penerbangan Udara Kemenhub, Agus Santoso (foto: Sindonews)

JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Agus Santoso membeberkan kinerja tiga tahun di bidang Perhubungan Udara. Kata dia, pihaknya berhasil mewujudkan dan merealisasikan berbagai program.

“Alhamdulillah dalam tiga tahun ini kita sudah terbang tinggi dan on the track. Banyak program Nawacita ke-3 dan ke-7 yang berhasil kita realisasikan dengan baik. Semua itu kami persembahkan untuk bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini,” kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (21/10/2017).

Kata dia, sebagai regulator penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara sejak tahun 2015 telah mempermudah sistim perizinan bagi segenap operator baik itu operator maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Citilink, Batik Air, Wings Air, NAM Air dan sebagainya juga operator Airport seperti AngkasaPura 1, Angkasa Pura 2, UPBU Perhubungan Udara, maupun operator navigasi penerbangan sepertai Airnav Indonesia dengan melakukan penerbitan izin secara online.

"Pada tahun 2016 perizinan online tersebut telah dipakai untuk pengurusan perizinan personel operasi pesawat udara, perizinan aviation security dan perizinan pas bandar udara. Pada tahun 2017 ini dilakukan optimalisasi proses perizinan-perizinan tersebut," sambungnya.

Menurut Agus, dalam merealisasikan program di Perhubungan Udara tersebut, Ditjen Hubud selalu berpedoman pada prinsip 3S + 1 C yaitu Keselamatan (safety), Keamanan (security), Services (pelayanan) dan Compliance (sesuai dengan aturan yang berlaku internasional dan nasional).

“Untuk keselamatan, nilai kita dalam audit keselamatan Organisasi Penerbangan Internasional (ICAO USOAP) dari tahun ketahun terus meningkat menuju angka yang bagus dan bergengsi dimata penerbangan Internasional. Dimulai dari ketika audit 2014 hanya 45,6 persen di tahun 2016 sedikit naik menjadi 51,6 persen, untuk tahun 2017 ini ada lompatan drastis dengan target capaian angka diatas 80 persen (dalam preliminary saja sudah tercapai 81,15 persen) ini merupakan capaian tertinggi selama kurun waktu lebih dari 10 tahun terakhir ini. Selain itu kita juga masuk dalam Kategori 1 dalam penilaian Otoritas Penerbangan AS (FAA) sejak Agustus 2016 lalu," tuturnya.

Dalam pelayanan, sambungnya, telah terjadi peningkatan yang sangat pesat. Hal ini bisa dibuktikan dari peningkatan jumlah penumpang pesawat dan kargo udara. Untuk penumpang, pada tahun 2015 jumlah penumpang domestik adalah 76,6 juta dan Internasional 20,9 juta. Tahun 2016, domestik meningkat menjadi 89,2 juta dan Internasional 23,3 juta, tahun 2017 ini ditargetkan jumlah penumpang domestik mencapai 94,7 juta dan Internasional mencapai 12,4 juta.

Sedangkan untuk kargo udara yang diangkut pada tahun 2015 domestik adalah 451,154 ton dan Internasional 69.881 ton. Tahun 2016, domestik mencapai 596.397 ton dan Internasional 142.540 ton. Pada tahun 2017 ini ditargetkan jumlahnya untuk domestik mencapai 672.434 ton dan Internasional mencapai 150.847 ton.

Lalu untuk kebandarudaraan, kata dia, pada tahun 2017 telah berhasil dibangun 7 bandara baru untuk melengkapi airport yang lain sehingga jumlahnya mendekati angka 300 airport diseluruh Indonesia, ketujuh airport tersebut yaitu di Anambas, Namniwel, Miangas, Morowali, Werur, Maratua dan Koroway Batu.

Selain itu juga dilakukan pembangunan dan rehabilitasi landasan pacu, apron, taxiway dan terminal di beberapa bandara yang sudah ada untuk peningkatan pelayanan.

“Dengan pembangunan dan rehabilitasi kebandarudaraan ini, cakupan wilayah Indonesia yang dilayani penerbangan udara pada tahun 2017 kita targetkan mencapai 90 persen, meningkat dari tahun 2015 yang hanya 62,43 persen, hal tersebut sangat memungkinkan karena dalam musim summer ini saja telah diterbangi rute baru sebanyak 66 rute baru” tuturnya.

Untuk itu, Ditjen Perhubungan Udara juga masih tetap memberikan anggaran bantuan (subsidi) untuk penerbangan perintis ke daerah-daerah yang membutuhkan.

“Penerbangan perintis ini gunanya untuk membuka transportasi ke daerah pinggiran terluar, terdalam dan rawan bencana yang belum maju perekonomiannya. Dengan penerbangan perintis kita harapkan daerah tersebut menjadi ramai dan maju ekonominya. Jika sudah maju dan ramai, penerbangan perintis kita jadikan komersial dan selanjutnya anggaran subsidinya kita alihkan ke tempat lain yang membutuhkan,” ujar Agus.

Pada tahun 2015, kota yang terhubungkan dengan penerbangan perintis adalah 200 kota. Tahun 2016 turun menjadi 109 kota dan tahun 2017 menjadi 123 kota.

"Perubahan ini menandakan ada beberapa daerah yang sudah maju dan berkembang serta tidak menjadi daerah rintisan lagi," pungkasnya.

Dalam keberhasilan mewujudkan program Nawacita ini, Agus Santoso juga tak lupa menyampaikan terimakasih kepada para operator penerbangan yang telah ikut bekerjasama, seperti misalnya maskapai penerbangan, pengelola bandara dan pengelola navigasi penerbangan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini