Beri Kuliah Umum ke Ribuan Mahasiswa UNM, Hary Tanoe: Terapkan Visi, Kualitas dan Kecepatan

Zulfikarnain, Okezone · Jum'at 20 Oktober 2017 05:50 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 20 337 1799018 beri-kuliah-umum-ke-ribuan-mahasiswa-unm-hary-tanoe-terapkan-visi-kualitas-dan-kecepatan-ud7squz3PK.jpg Hary Tanoe memberi kuliah umum di UNM (MNC Media/Okezone)

MAKASSAR - Ribuan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) membeludak memenuhi ruangan auditorium, bahkan anak-anak tangga di ruangan tersebut penuh dengan mahasiswa yang duduk lesehan.

Mereka antusias, beberapa tampak sibuk dengan penanya mencatat, banyak yang sibuk merekam dengan video kuliah umum Kewirausahaan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia oleh Chairman and CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo

Kepada mahasiswa Hary Tanoe berbagi pengalamannya dalam merintis karir. Semuanya diawali dengan visi. “Terapkan visi, kualitas dan kecepatan, prestasi kita akan lebih baik,” kata Hary Tanoe, Kamis (19/10/2017)

Dia mengatakan setiap orang harus memiliki visi, atau tujuan dalam hidup. Visi tersebut, lanjutnya harus diimplementasikan dengan berkualitas. Kualitas yang dimaksud diantaranya disiplin, pantang menyerah, rajin, terus belajar, semangat, rendah hati dan selalu introspeksi.

Selain itu semuanya harus dilakukan dengan cepat, mengingat saat ini persaingan sangat kompetitif. “Speed penting, kerja berkualitas tapi pelan, tidak akan maksimal, harus cepat,” ungkap Hary Tanoe.

Dia mengatakan kesuksesan seseorang tidak selalu diukur dengan uang. Profesi yang diinginkan pun bisa bisa macam-macam, seperti pengusaha, dosen, guru, profesional, pengacara, akuntan dan lain sebagainya. Namun apa pun profesinya, lanjutnya harus kerja berkualitas dengan begitu hasilnya akan maksimal.

Kepada mahasiswa, Hary Tanoe juga menceritakan masa mudanya dalam merintis karir dari bawah. Mulai dengan menjadi broker dari perusahan-perusahaan. Dia membenahi perusahaan yang salah kelola, hingga menjadi memiliki kinerja yang baik kemudian mencarikan investor. Dari sana dia mengumpulkan modal dan mulai melakukan jual beli perusahaan.

Pada awal merintis usahanya, Hary Tanoe melakukan berbagai pekerjaan sendirian karena memang tak punya karyawan. Mulai dari riset, wawancara mendalam kepada manajemen perusahaan, persentasi kepada investor, membenahi kinerja perusahaan tersebut, hingga melakukan go public.

Sebelas tahun lamanya dia mengumpulkan modal hingga bisa mendirikan MNC Group. Kini MNC Group memiliki lebih dari 100 perusahaan dengan 37.000 lebih karyawan yang bertambah terus setiap tahunnya seiring dengan bertumbuhnya perusahaan

“Ingin jadi pengusaha jangan berfikir harus punya modal besar. Waktu mulai usaha saya nggak ada modal. Kita kumpulkan modal, baru bangun organisasi,” kata Hary Tanoe.

Dia mengatakan dalam membangun sebuah perusahaan tidak bisa langsung dari bawah kemudian bisa mendirikan perusahaan besar, semua diawali dari kecil terlebih dahulu.

Hary Tanoe juga menyampaikan saat ini dunia tengah mengarah ke digital. Hal ini pun bisa dimanfaatkan kaum muda untuk meniti karirnya “Generasi muda bisa mengarahkan profesinya ke digital. Misalnya membuat batik online, mengumpulkan perajin batik, dibuatkan website, difasilitasi,” ungkapnya

Dalam kesempatan tersebut Hary Tanoe memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Makassar.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini