Kasus Penodaan Agama, Polisi Periksa 2 Pelapor Eggi Sudjana

Badriyanto, Okezone · Kamis 19 Oktober 2017 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 19 337 1798758 kasus-penodaan-agama-polisi-periksa-2-pelapor-eggi-sudjana-SMhC3V4pfP.jpg Ketua DPN Peradah Suresh Kumar (Foto: Puteranegara)

JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memanggil dua orang pelapor Eggi Sudjana terkait kasus dugaan penodaan agama. Dua pelapor itu yakni DPN Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Suresh Kumar dan Ketum Perjuangan Umum Rakyat Nusantara Norman Sophan.

Suresh diperiksa sebagai pelapor pada Rabu 18 Oktober 2017 kemarin. Dalam pemeriksaan itu, ia ditanya prihal alasannya melaporkan Eggi Sudjana.

Penyidik juga mempertanyakan Suresh dari mana mengetahui pernyataan Eggi Sudjana yang dianggap menodakan agama tersebut.

"Saya diperiksa sebagai saksi pelapor untuk BAP, ditanyain seputar pelaporan, kenapa merasa ES diduga melakukan penistaan agama. Bagaimana konsep ketuhanan dalam Hindu,” kata Suresh saat dikonfirmasi, Kamis (19/10/2017).

Kepada penyidik, Suresh menyampaikan, merasa tersinggung dengan pertanyaan Eggi Sudjana yang dituding menyudutkan agama Hindu. Menurut dia, pernyataan Eggi Sudjana meragukan konsep ketuhanan di agama yang dianutnya.

“Kami sebagai bagian dari masyarakat yang terhimpun dalam DPN Peradah Indonesia merasa dirugikan dengan pernyataan beliau, karena menurut interpretasi kami, dengan pernyataan kalau Perppu Ormas diberlakukan, maka ada agama yang harus dibubarkan,” katanya.

Sementara itu, Norman Sophan selaku pelapor kedua juga diperiksa hari ini. Pasalnya, pertanyaan penyidik kepada Norman Sophan tidak jauh berbeda dengan pertanyaan yang diajukan kepada Suresh dalam pemeriksaan perdana pada Rabu 18 Oktober kemarin.

Sekadar informasi, Eggi Sudjana dilaporkan oleh DPN Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) ke Bareskrim Polri. Eggi diduga telah melakukan penodaan agama.

Laporan itu dipicu oleh video wawancara Eggi di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2 Oktober 2017 lalu yang menyebut ajaran selain Islam bertentangan dengan sila pertama Pancasila. Meski, Eggi sudah membantah bahwa ucapannya itu untuk mendiskreditkan agama selain Islam. Padahal, ditujukan sebagai tanggapan atas lahirnya Perppu Ormas yang dianggap mengancam kelangsungan organisasi keagamaan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini