nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bijak! Ini Saran Staf Khusus Presiden Terkait Konflik Pilkada Tolikara dan Intan Jaya

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017 21:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 13 337 1795125 bijak-ini-saran-staf-khusus-presiden-terkait-8206-konflik-pilkada-tolikara-dan-intan-jaya-PXg4qLIWlE.jpg

JAKARTA - Staf Khusus Presiden, Lenis Kagoya ‎memastikan konflik akibat Pilkada serentak 2017 di Papua tidak hanya terjadi di Tolikara saja. Sebaliknya, kerusuhan serupa juga terjadi di Kabupaten Intan Jaya.

‎"Bukan soal Tolikara saja. Intan Jaya juga bangunan semua dibakar habis sampai hari ini. Masa juga yang sama," kata Lenis Kagoya di Kantor Staf Kepresidenan, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017).

Lenis Kagoya menambahkan, sejumlah bangunan pemerintah daerah di Kabupaten Intan Jaya telah habis terbakar oleh kerusuhan ‎yang diakibatkan Pilkada serentak 2017 kemarin. Terlebih, warga adat di sana telah melakukan ritual makan tanah yang berarti telah siap berperang.

"Orang sudah makan tanah di sana. Itu sudah sangat susah. Orang mau kendalikan susah. Sekarang itu tergantung keputusan MK," ujarnya.

Ia berharap, Menko Polhukam Wiranto dan Mendagri Tjahajo Kunolo menanggapi persoalan konflik tersebut dengan baik. Sehingga, tidak ada kerusuhan kembali terjadi akibat pesta demokrasi lima tahunan di daerah tersebut. "Menko Polhukam supaya sebagai koordinator keamanan, Pemprov (Papua), Kemendagri juga bagaimana ditanggapi baik," sambungnya.

Lenis Kagoya mengimbau seluruh masyarakat di Tanah Cendrawasih tersebut dapat menahan diri agar tidak membuat kerusuhan serupa. Apalagi, Pemprov Papua juga akan menggelar Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada 2018 mendatang.

[Baca Juga: Kantornya Diserang, Mendagri: Sama Saja Menampar Wajah Saya]

"Terus yang ditahan (massa yang merusak Kemendagri) ini dipulangkan saja, keluarkan saja, jangan diproses dulu. Ini takutnya bikin massa seperti begitu, nanti keluarganya ribut tahan di dalam bikin ribut lagi," tandasnya. Seperti diketahui, ‎Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor urut 3, Natalis Tabuni dan Yan Robert Kobogoyauw sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Intan Jaya 2017.

Namun keputusan tersebut tidak diterima oleh pasangan nomor urut dua Yulius Yapugau dan Yunus Kalabetme. Pasalnya sesuai rapat pleno rekapitulasi KPU Provinsi Papua pada Sabtu 20 April 2017 menempatkan mereka sebagai pemenang, dengan perolehan 33.958 suara, sedangkan pasangan nomor urut 3 memperoleh 31.476 suara.‎

‎Hasil putusan MK ini membuat sejumlah warga Papua melakukan ritual makan tanah dan merusak sejumlah bangunan milik Pemkab Intan Jaya. Massa juga meminta agar Pilkada Papua diulang. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini