nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Massa Calon Bupati Serang Kantor Kemendagri, KPU: Hasil Pilkada Tolikara Sesuai Putusan MK

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017 15:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 12 337 1794113 massa-calon-bupati-serang-kantor-kemendagri-kpu-hasil-pilkada-tolikara-sesuai-putusan-mk-lIxofbtA3Q.jpg Suasana kantor Kemendagri setelah diserang massa. Foto Okezone/Harits Tryan

JAKARTA – Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diserang oleh sekelompok orang yang diketahui pendukung calon Bupati Tolikara, John Tabo dan Barnabas Weya, Rabu kemarin.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy'ari mengatakan hasil Pilkada di bumi cendrawasih itu sudah tak bisa diganggu gugat. Sebab, kata dia, sengketa pilkada di sana sudah final berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sudah ada putusan, putusan MK sudah muncul, dan KPU sudah menetapkan siapa yang hasil pilkada sesuai hasil putusan MK," ujany di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2017).

Baca Juga: Pasca-Diserang Massa, Begini Kondisi Kantor Kemendagri

Menurutnya, bila lembaga pengawal konstitusi belum mengeluarkan putusan terkait Pilkada Tolikara, pihaknya tak akan menetapkan pemenang dalam proses pesta demokrasi tersebut.

"Kan KPU (tidak akan) menetapkan kalau ada, gugatan atau perselisihan hasil pilkada. Itu kan KPU menetapkan calon terpilih dan hasil pilkada, setelah ada putusan," tutupnya.

Simak Juga: Kantornya Diserang, Mendagri: Sama Saja Menampar Wajah Saya

Sebelumnya Kantor Kementerian Dalam Negeri diserang sekelompok massa yang mengatasnamakan pendukung calon Bupati Tolikara, Papua John Tabo dan Barnabas Weya.

Awalnya, massa yang berjumlah puluhan orang itu menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kemendagri sejak Rabu pagi, menuntut Mendagri Tjahjo Kumolo mengesahkan pasangan John Tabo-Barnabas Weya.

John Tabo dan Barnabas kalah suara dalam Pilkada Tolikara 2017. Keduanya lantas mengajukan gugatan ke MK atas sengketa hasil Pilkada namun tetap tidak menang.

Meskipun demikian, para pendukung John Tabo-Narnabas tetap mendesak Mendagri mengesahkan keduanya, dengan melakukan aksi unjuk rasa yang berakhir pada peristiwa pengusakan kantor Kemendagri.

Sejatinya Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri serta Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri bersedia menerima perwakilan massa pada Rabu siang, untuk berdialog, namun massa menolak.

Mereka menyatakan ingin bertemu langsung Mendagri Tjahjo Kumolo yang pada saat itu sedang bertugas di luar kantor. Akhirnya perwakilan massa kembali ke kelompoknya dan berteriak memprovokasi hingga terjadi tindakan pengrusakan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini