Share

Wadah Pegawai KPK: Novel Baswedan Tak Pernah Sendirian!

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 11 Oktober 2017 21:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 11 337 1793654 wadah-pegawai-kpk-novel-baswedan-tak-pernah-sendirian-IDBsbpONLC.jpg

JAKARTA - Kasus teror penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan genap memasuki waktu enam bulan. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 11 April 2017 lalu usai, Novel menjalani Salat Subuh di Mesjid dekat kediamannya.

Sekelompok elemen masyarakat dari Koalisi Peduli KPK pun hari ini menyambangi Gedung Merah Putih KPK. Dengan tujuan untuk terus memberikan dukungan terhadap Kasatgas kasus korupsi e-KTP itu.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan pengurus Wadah Pegawai (WP) KPK, Aulia, menegaskan bahwa mereka tak pernah meninggalkan Novel seorang diri. Mereka akan selalu mensupport dan berdiri bersama Novel dalam memberantas praktik korupsi di Indonesia.

"Novel tak pernah sendirian kami tegaskan. Kami selalu berhubungan dengan beliau dan keluarga," kata Aulia di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2017).

(Baca Juga: Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sebut Novel Pulang Bulan Depan)

Dalam kasus Novel, wadah pegawai juga menagih ucapan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang pernah berjanji untuk mengungkap dan mengusut teror tersebut. Pengusutan kasus ini dirasa penting lantaran, aksi teror bisa menimpa siapapun yang ada di KPK.

"Seaindainya kasus Novel tak diungkap maka kami semua pegawai KPK bersiap saja menungggu serangan selanjutnya. Karena pelaku masih berkeliaran," papar Aulia.

Wadah pegawai KPK, kata Aulia selalu berupaya menjaga kesolidan satu sama lain antara karyawan maupun pimpinan KPK. Pasalnya, dengan terbentuknya keharmonisan internal KPK, maka akan mempengaruhi pemberantasan korupsi.

"Karena musuh kita sebenarnya koruptor. Dan kami sadar disini tujuan satu memberantas korupsi di Indonesia," ujar dia.

Pada kesempatan ini, Aulia memaparkan kondisi terkini dari Novel di Rumah Sakit (RS) Singapura. Menurutnya, kondisi kesehatan Novel pada mata kananya sudah dapat membaca tulisan dengan menggunakan kacamata. Sedangkan, mata kirinya akan menjalani operasi tahap dua pada akhir Oktober 2017 ini.

"Saya ucapkan makasi ke rekan koalisi, atas dukungan ke rekan kita Novel yang sampai hari ini dirawat di Singapura," tutup Aulia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini