nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ungkap Perkembangan Kasus Kim Jong Nam, Jaksa Agung Sebut Siti Aisyah Korban Diperdaya

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 11 Oktober 2017 14:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 11 337 1793260 ungkap-perkembangan-kasus-kim-jong-nam-jaksa-agung-sebut-siti-aisyah-korban-diperdaya-9OcXksUGYS.jpg Ilustrasi Jaksa Agung Prasetyo (foto: Okezone)

JAKARTA - Siti Aisyah, Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat pembunuhan Kim Jong Nam dinilai sebagai korban dari kasus tersebut. Hal itu diungkapkan Jaksa Agung M Prasetyo berdasarkan hasil pendampingan pihaknya dalam perkara Aisyah.

"Kami melihat Siti Aisyah ini sebenarnya justru adalah korban atau orang yang diperdaya untuk lakukan sesuatu tanpa diketahui apa yang dilakukannya," kata Prasetyo saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2017).

Kejaksaan, kata dia, diminta memperkuat tim advokasi dalam sidang perkara Siti Aisyah di Malaysia. Bahkan, Korps Adhyaksa juga telah beberapa kali mengirimkan jaksa senior untuk mendampingi advokat dari Malaysia serta memberi masukkan dan mencoba mencari alibi apakah benar Aisyah merupakan pelaku atau tidak.

Kendati demikian Prasetyo mengungkap ada kejanggalan dari perkara tersebut. Dia menduga ada orang yang merupakan aktor intelektual pembunuhan Kim Jong Nam tetapi dilepas pihak Malaysia.

"Kami berusaha menyusun dan menyarankan alibi tentang apakah betul Siti Aisyah itu mempunyai niat membunuh, sementara dia sendiri tidak kenal dengan orang itu," ujar Prasetyo.

Selain itu, pihaknya juga hendak menelusuri asal muasal obat racun yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersebut.

"Karena obat itu sangat langka dan tidak mungkin beredar di pasaran mana pun dan itu hanya dimiliki jaringan intelijen asing. Sementara pelaku yang sebenernya dicurigai sebagai pelaku intelektualnya itu dilepaskan oleh Malaysia. Jadi kami melihat siti Aisyah ini sebenarnya justru adalah korban," pungkas Prasetyo.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini