nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lima Hukuman Mati Mengerikan yang Ada di Dunia, Nomor Dua Bikin Merinding

Ahmad Sahroji, Jurnalis · Rabu 11 Oktober 2017 08:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 10 337 1792819 lima-hukuman-mati-mengerikan-yang-ada-di-dunia-nomor-dua-bikin-merinding-wy79l3AQkR.jpg

JAKARTA - Hukuman mati selalu jadi kisah horor paling menakutkan. Di berbagai belahan dunia, hukuman mati telah tumbuh menjadi tradisi yang dilakukan secara turun-temurun.

Umumnya, hukuman mati dilakukan menyusul kejahatan yang dianggap berat. Akan tetapi di beberapa negara, hukuman mati tersadis pernah terjadi. Tak sedikit orang yang mengecam aksi tersebut sebagai tindakan tidak manusiawi. berikut fakta yang berhasil dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

1. Flaying (Meksiko)

Menguliti terpidana hidup-hidup, juga dikenal sebagai flaying, adalah salah satu metode eksekusi yang paling mengerikan yang pernah diterapkan pada masa lampau. Hukuman ini biasanya diterapkan kepada tentara dan penjahat berbahaya atau pejabat yang korup.

Suku Aztec Meksiko sering menguliti tahanan perang mereka selama ritual pengorbanan manusia. Ada juga banyak indikasi Assyria kuno menguliti penguasa musuh-musuh mereka dan memaku kulitnya ke tembok kota, sebagai peringatan bagi semua pemberontak.

2. Direbus (Eropa dan Asia)

Dalam eksekusi dengan cara direbus, kriminal ditelanjangi dan kemudian dilemparkan ke dalam kawah penuh cairan mendidih atau cairan dingin yang kemudian dipanaskan sampai titik didih. Kadang-kadang, algojo menaikkan dan menurunkan korban ke kuali menggunakan tali.

Cairan yang digunakan bisa berupa air, minyak, tar, asam, lilin, anggur atau bahkan timah cair. Meskipun tidak biasa seperti kebanyakan metode eksekusi, di masa lalu, merebus sampai mati telah dipraktikkan di banyak negara Eropa dan Asia.

3. Lingchi (China)

Lingchi, adalah kata Cina yang mengacu pada "kematian dari seribu potongan". Hukuman ini adalah metode eksekusi mati yang sangat biadab dan banyak dipraktikkan oleh orang Tionghoa pada tahun 900 masehi.

Teknis dari eksekusi ini adalah mengiris bagian tubuh tereksekusi hingga mati. Sebelumnya, korban akan dibiarkan pingsan karena kehilangan banyak darah. Para eksekutor kemudian akan menusuk jantung dan hati sebagai sentuhan terakhir terhadap pembunuhan tersebut. Setelah ditusuk-tusuk badannya, kepala korban juga akan dipotong.

Pada tahun 1905, metode eksekusi mati ini akhirnya dilarang keras oleh pemerintah karena dianggap terlalu sadis dan tidak manusiawi.

4. Penyiksaan Tikus (Roma)

Penyiksaan tikus ini adalah metode eksekusi mati menggunakan tikus untuk membunuh manusia yang masih hidup. Metode eksekusi ini sering digunakan pada zaman Elizabeth oleh umat Katolik Roma.

Teknik dibalik eksekusi ini cukup sederhana dan murah. Tikus yang masih berada di dalam kandang akan diambil dan diletakkan di atas badan manusia, biasanya di atas kepala atau perut. Kandang tikus ini mempunyai lubang di bagian bawahnya.

Eksekusi ini akan segera dimulai ketika sang tikus di dalam kandang itu 'marah' dan merasa kegerahan, karena di bagian bawah kandang itu akan diberi arang panas. Usai panasnya hilang, kemudian tikus itu akan dibiarkan menggerogoti badan manusia di bawahnya lewat lubang tersebut. Tikus itu akan merobek tubuh korban sampai mati.

5. Dibakar Hidup-hidup (Eropa)

Di abad pertengahan khususnya di Inggris, kejahatan yang menyertai pengkhianatan terhadap negara dan ajaran sesat akan dibagi menjadi 2 bentuk hukuman. Apabila si kriminal adalah pria maka ia akan dihukum Hanged, Drawn, & Quartered, sedangkan apabila si kriiminal adalah wanita maka ia akan dibakar hidup-hidup di tiang pancang. Hal ini juga sering terdengar dalam sejarah yang biasanya mencakup perburuan penyihir di Eropa.

Hukuman ini sendiri sangatlah mengerikan. Apabila si algojo ahli dalam hal ini, si tahanan akan diikat dan diposisikan sedemkian rupa agar ia dapat hidup dalam waktu yang cukup lama.

Mereka akan merasakan api membakar dirinya perlahan-lahan dimulai dari kaki hingga merayap ke seluruh tubuhnya. Salah satu sosok ternama yang juga dihukum bakar adalah Joan of Arc pada tahun 1431 saat umurnya baru sekitar 19 tahun.

(ydp)⁠⁠⁠⁠

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini