Usai Dilantik, Sri Sultan HB X Akan Jadikan Poros Maritim Kekuatan Baru Yogyakarta

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 10 Oktober 2017 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 10 337 1792761 usai-dilantik-sri-sultan-hb-x-akan-jadikan-poros-maritim-kekuatan-baru-yogyakarta-Xg2Wb6eei1.jpg Sri Sultan Hamengku Buwono X (Foto: Ist)

JAKARTA - Usai dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi), gubernur dan wakil gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Paku Alam X‎ akan segera menyampaikan visi dan misinya ke DPRD DIY.‎

‎"Kami sebagai gubernur biar pun penetapan tetap menyampaikan visi misi di DPRD dan nanti paling lambat dua minggu setelah pelantikan itu bicara di hadapan publik dalam persidangan DPRD," kata Sri Sultan HB X di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Sri Sultan ‎HB X menjelaskan, Pemprov DIY akan memaparkan bahwa 'pintu' Yogya saat ini akan diubah menghadap ke selatan. Sehingga, pihaknya akan mulai membangun sektor kemaritiman sebagai kekuatan baru Yogyakarta.

‎"Bagaimana visi misi yang sudah disampaikan bahwa Yogya ini sekarang pintunya menghadap ke selatan dalam arti memprioritaskan samudera Indonesia, samudera Hindia bisa menjadi kekuatan baru bagi masyarakat Yogya," terangnya.

Menurut Sri Sultan HB X, Yogya tidak memiliki geografis yang luas. Sebab itu, sektor maritim akan menjadi kekuatan baru Yogyakarta lantaran memiliki kawasan pesisir di Pantai Selatan.

"Kita tidak bicara sektor tanaman. Jadi, kami mencoba pantai selatan sebagai kekuatan baru sesuai dengan strategi maritim kita garap pengembangan bahari," paparnya.

Kawasan Pantai Selatan, sambungnya, nanti tidak hanya dijadikan lokasi pendaratan kapal, karena masyarakat Jawa adalah masyarakat egaliter, yang tidak hanya mampu bercocok tanam sebagai keahlian yang dimiliki.

"‎Tapi bagaimana masyarakat Yogya bisa berbudaya maritim karena negara kita disatukan lautan. Jadi, budaya maritim itu sudah ada sebagai dasar filosofi atau budaya masyarakat di Jawa. Saya kira itu perlu dibangkitkan kembali, bisa menjadi kekuatan baru masyarakat egaliter seperti itu," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini