Dilindungi LPSK, Para Saksi KPK Dijamin Aman Secara Fisik dan Hukum

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 10 Oktober 2017 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 10 337 1792573 dilindungi-lpsk-para-saksi-kpk-dijamin-aman-secara-fisik-dan-hukum-nHvYBBUkiA.jpg Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan sudah melindungi para saksi terkait kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). LPSK pun menjamin mereka akan aman bukan hanya dalam fisik tetapi juga hukum.

Menurut Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai, mayoritas saksi merasa khawatir adanya aksi teror dan takut adanya tuntutan balik terhadap pribadinya. Dalam beberapa modus yang terjadi, para terlapor biasanya menjerat saksi dengan tuduhan pencemaran nama baik atau fitnah.

"Ini salah satu juga yang perlu kami pastikan bahwa mereka aman mereka tidak mengalami tuntutan, jadi bukan hanya perlindungan LPSK bukan hanya perlindungan secara fisik tetapi juga perlindungan secara hukum," ujar Haris saat menyambangi Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017).

Perlindungan fisik dan hukum, kata Haris, sangat penting untuk dilindungi, tujuannya agar para saksi tidak merasa tertekan dari segala bentuk aksi teror. Mengingat, agar proses penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi bisa tetap berjalan sesuai dengan fakta.

Tak hanya itu, Haris menekankan dalam perlindungan saksi, pihaknya juga mengawasi pihak keluarga dan ruang lingkup saksi tersebut. Bahkan, LPSK juga melindungi para justice collaborator (JC) dalam kasus korupsi.

"Tapi juga (JC) , sesuai dengan Undang-Undang 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi, di mana subjek yang dilindungi juga ahli dan juga JC," kata Haris.

Haris menambahkan, para saksi dalam kasus yang berjalan ada sekira 46 orang yang meminta perlindungan ke LPSK. Bahkan, bila secara keseluruhan jumlah Jumlah tersebut merupakan gabungan dari kasus korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau lembaga penegak hukum lainnya.

"Sampai sekarang kurang lebih yang sedang berjalan, ya ada kurang lebih 46 ini khusus untuk kasus yang ditangani oleh KPK, tetapi untuk kasus keseluruhan beberapa tahun terakhir ini sudah sekitar 200-an lebih. Jadi, sudah cukup banyak saksi kasus korupsi yang kami lindungi," katanya.

Sementara itu, pimpinan LPSK dan KPK akan segera meneken Memorandum of Understanding (MoU) terkait dengan perlindungan saksi, pelapor dan JC kasus korupsi. Sebetulnya kerja sama dua lembaga itu sudah berlangsung sejak tahun 2010 dan berakhir pada 2015 lalu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini