Todongkan Senjata Api ke Petugas Parkir Mal Gandaria City, Komnas HAM Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Anwari

Ahmad Sahroji, Okezone · Selasa 10 Oktober 2017 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 09 337 1791869 todongkan-senjata-api-ke-petugas-parkir-mal-gandaria-city-komnas-ham-dorong-pengusutan-tuntas-kasus-anwari-TZicUDQ9YY.png Video rekaman cctv area parkir Mal Gandaria City (Sumber: Inews/MeTube)

JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia (RI), Maneger Nasution mengecam terjadinya tindak kekerasan yang dilakukan Anwari, seorang mantan dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) kepada petugas parkir di Mal Gandaria City.

"Apalagi, kekerasan ini, disamping dipertontonkan oleh seorang terpelajar, juga dengan memakai kenderaan dinas yang sejatinya digunakan oleh orang yang berhak dan untuk kepentingan dinas. Di samping itu, kekerasan ini menimbulkan syiar ketakutan publik," kata Maneger dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10/2017).

Manager juga meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan independen. Maneger mencurigai pelaku tengah berada dibawah pengaruh obat-obatan saat terjadinya peristiwa.

"Pelakunya, di samping telah ditetapkan sebagai tersangka, juga patut dipertimbangkan untuk memeriksa dia mengonsumsi apa sebelumnya. Sebab, dalam logika publik, apa iya hanya karena soal uang parkir yang tidak seberapa, seorang dokter melakukan respons sedemikian destruktif yang jauh dari akal sehat," tambahnya.

Peristiwa singgungan Anwari bermula ketika ia dan supirnya keluar dari area parkir Mal Gandaria City. Sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku, Anwari kemudian dimintai uang parkir senilai Rp 5 ribu. Bukannya membayar, Anwari malah mengacungkan senjata api dan mengintimidasi petugas parkir yang bertugas saat itu.

Anwari yang menggunakan mobil dinas TNI milik sang istri yang kebetulan bertugas sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di RSPAD merasa tak terima dimintai uang parkir.

"Polisi juga harus memeriksa senjata api yang digunakan pelaku. Hal ini diharapkan dapat menjawab pergunjingan publik bahwa kasus ini diduga pengalihan isu? Untuk itu publik berhak mendapat informasi yang benar tentang kasus tersebut (rights to know)," pungkasnya.

(ydp)⁠⁠⁠⁠

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini