nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keren! Tangkal Hoax, Ini Jurus Kemenkominfo

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 13:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 06 337 1790374 keren-tangkal-hoax-ini-jurus-kemenkominfo-sjOJLKsZ20.jpg foto: Illustrasi Okezone

JAKARTA - Maraknya berita hoax, ujaran kebencian yang bernuansa suku,  agama, ras dan antargolongan (SARA) perlu disikapi oleh semua lapisan masyarakat. Terlebih untuk membangun kesadaran bersama untuk memanfaatkan sosial media secara bertanggung jawab dengan konten-konten positif. 

"Harus kita terus dorong bersama adalah proses literasi media sosial ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga media sosial yang kita pakai jauh lebih sehat dengan konten-konten positif yang membawa manfaat,” ujar Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo),  Rositasari Niken Widyastuti di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Niken menilai internet ibarat pisau bermata dua. Hal tersebut lantaran jagat dunia maya memungkinkan masyarakat berkomunikasi dan berinteraksi secara cepat. Meski demikian, media sosial juga membawa dampak negatif untuk menyebarkan informasi hoax, ujaran kebencian, pemutarbalikan fakta, provokasi, serta hal-hal yang berkaitan dengan SARA, terorisme, dan sebagainya. 

“Repotnya lagi masyarakat kita belum dibekali dengan informasi yang cukup untuk menangkal informasi-informasi seperti ini, tidak ada proses chek dan rechek bahkan cenderung cepat-cepat menyebarkan. Ini yang tidak boleh terjadi lagi, sehingga literasi media sosial itu sangat penting kita gaungkan ke masyarakat,” sambungnya. 

Oleh karena itu, saat ini pemerintah melalui Kominfo, sudah bekerja sama dengan lebih dari 100 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Kerja sama itu untuk melakukan literasi media sosial di kalangan pelajar dan mahasiswa. 

Bahkan, Menkominfo saat ini sedang giat melakukan kunjungan ke pimpinan-pimpinan Agama melalui MUI, NU, Muhammadiyah, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma, dan Walubi. 

“Melalui pimpinan agama-agama ini kita bekerjasama untuk menyelanggarakan literasi media sosial kepada pemuda-pemudi di masing-masing kelompok agama. Di beberapa tempat melalui pagelaran budaya kita melakukan pendidikan literasi media sosial sehingga kesadaran bermedia sosial secara sehat ini bisa merambah seluruh lapisan masyarakat,” papar Niken. 

Sementara itu, Pendiri Good News From Indonensia (GNFI), Akhyari Hananto meminta masyarakat bahu-membahu menangkal informasi-informasi negatif yang banyak beredar di media-media sosial. Caranya dengan tidak ikut membuat viral sebuah informasi hoax dan aktif dari dalam diri memproduksi konten-konten positif. 

“Lebih dari itu, Indonesia ini banyak hal positif yang harus diberitakan, budayanya, adat istiadat dan keindahan alamnya yang sangat luar biasa. Ini adalah gerakan positif yang harus kita bangun," tukas Akhyari

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini