OKEZONE STORY: Deretan Pemimpin yang Suka Blusukan, Salah Satunya Jenderal Hoegang sampai Turun Langsung Mengatur Tukang Becak

Hantoro, Okezone · Sabtu 07 Oktober 2017 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 05 337 1789318 okezone-story-deretan-pemimpin-yang-suka-blusukan-salah-satunya-jenderal-hoegang-sampai-turun-langsung-mengatur-tukang-becak-Ayf4pP4RQv.jpg Jenderal Hoegeng Imam Santoso. (Foto: Ist)

KATA blusukan kembali mencuat seiring disorotnya sosok Joko Widodo (Jokowi) yang kala itu masih menjabat Wali Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Ia dikenal sangat gemar turun langsung ke masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Namun ternyata, sifat egaliter ini bukanlah teknik pendekatan baru dari para pejabat Indonesia. Pendahulu-pendahulu sejak zaman kemerdekaan Tanah Air sudah mencontohkannya.

Blusukan sendiri pada dasarnya berasal dari bahasa Jawa. Asal katanya adalah 'blusuk' atau 'mblusuk' yang bermakna 'mlebu ing' atau 'masuk ke'. Jadi dalam aktivitas ini seseorang digambarkan memasuki suatu tempat asing, tak lazim, atau tidak biasa untuk menemukan atau mencari sesuatu.

Publik dalam negeri pun mengenal beberapa tokoh yang gemar turun langsung ke masyarakat atau blusukan. Berikut ini Okezone paparkan, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (7/10/2017).

(Baca: OKEZONE FILES: Presiden Soekarno Buru-Buru Diselamatkan dari Aksi G30S/PKI, Ini Kisahnya)

Soekarno

Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, terungkap betah berlama-lama dengan warga di seluruh wilayah Tanah Air. Ia juga kerap berdialog dengan masyarakat secara spontan, tidak dijadwalkan dalam protokoler terlebih dahulu.

Bung Karno juga kerap memberikan ruang khusus kepada warga di lokasi blusukannya untuk beraktivitas bersama dirinya. Hal itu sempat terekam secara visual oleh jajarannya yang mendampingi.

Bahkan dalam sebuah wawancara dengan jurnalis asing Cindy Adam, Presiden Soekarno mengatakan tidak mau jauh-jauh dari rakyat Indonesia. Jika hal itu terjadi, dirinya bisa mati.

"Untuk membunuh saya adalah mudah. Jauhkan saja saya dari rakyat, saya akan mati perlahan-lahan," ungkap Bung Karno kala itu.

Soeharto

Presiden kedua RI, Jenderal Soeharto, ternyata melanjutkan gaya blusukan dari pendahulunya. Kepala Negara yang lahir pada 8 Juni 1921 ini kerap melakukan kunjungan mendadak untuk melihat proses pembangunan di suatu daerah.

Pak Harto juga tak segan menemui langsung rakyatnya yang ada di pelosok negeri. Ia mencari tahu permasalahan yang terjadi, lalu mencatatnya sendiri, dan memberikan solusi. Bahkan, suami dari Ibu Tien ini memilih menginap di rumah-rumah warga atau kepala desa guna mendapat informasi secara gamblang.

"Tentu saja saya pun kadang-kadang merasa capek, karena hilir mudik dari sana kemari lewat daratan, terbang dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memulai dengan pembangunan yang baru dan mengontrol pembangunan yang sedang berjalan, dan lelah pula karena memeras otak. Tetapi saya tidak boleh mengeluh, apalagi menyerah. Pembangunan adalah perjuangan yang sengit," tegas Soeharto.

(Baca: OKEZONE FILES: 4 Bulan Lagi Menikahi si Cantik Rukmini, Lettu Pierre Tendean Justru Jadi Korban G30S/PKI)

Ali Sadikin

Gubernur kesembilan DKI Jakarta, Ali Sadikin, juga diketahui gemar melakukan blusukan. Pemimpin Ibu Kota pada 28 April 1966 sampai Juli 1977 ini gemar terjun langsung ke kampung-kampung padat demi menyelesaikan masalah yang memanas.

Seperti ketika terjadi lonjakan pendatang dari daerah-daerah ke Jakarta. Bang Ali mendatangi langsung warga untuk melihat kartu tanda penduduk (KTP) yang dimiliki. Jika tertulis bukan warga DKI, ia tak segan-segan menegurnya, hingga sanksi terberat adalah mengembalikannya ke daerah asal.

Kemudian Ali Sadikin sering mendatangi langsung fasilitas umum yang dibangun untuk rakyat. Ia bahkan mengecek langsung layanan tersebut, apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Jika mengalami rusak, ia meminta segera diperbaiki, tanpa harus menunggu prosedur yang rumit.

Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) kelima, Jenderal Hoegeng Imam Santoso, termasuk pejabat negara yang gemar blusukan ke masyarakat. Pimpinan Polri pada masa jabatan 9 Mei 1968 hingga 2 Oktober 1971 ini tidak memandang permasalahan yang bisa diselesaikannya.

Dalam suatu rekaman video, Jenderal Hoegeng terlihat sibuk mengatur para tukang becak yang berhenti sembarangan dan mengakibatkan macet. Ia menemui mereka satu per satu, menanyakan masalah yang dihadapi. Setelah itu memaparkan solusinya sambil meminta komitmen dari para pengayuh becak.

"Saudara-saudara, kawan-kawanku, apakah saudara-saudara mau berjanji? Kalau tidak akan berbuat itu lagi? Ayo semua bilang! Saudara-saudara kenal dengan saya? Terkejut mboten (tidak)? Oke terima kasih. Jadi untuk ini kali saudara-saudara akan diurus cepat, tetapi lain kali jangan. Janji!" ujar Kapolri yang terkenal jujur, hangat, serta membumi ini dalam rekaman tersebut.

(Baca: OKEZONE FILES: Di Hari Ulang Tahun Ibunda, Lettu Pierre Tendean Jadi Korban Tewas G30S/PKI)

Joko Widodo

Tokoh negara selanjutnya yang kerap blusukan adalah presiden kita saat ini yakni Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara ketujuh RI tersebut memimpin sendiri inspeksi mendadak terkait program kerjanya. Bahkan dahulu ketika sehari setelah dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi langsung melakukan sidak ke Kelurahan Senen dan kecamatan di sekitarnya. Sejumlah pihak pun kaget dengan blusukan mendadak itu.

Pernah juga pada 26 Desember 2012, Jokowi masuk ke gorong-gorong di Jalan MH Thamrin untuk melihat keadaannya menjelang musim hujan. Ia tidak malu masuk ke got besar tersebut, meski masih berseragam batik Korpri biru.

Kemudian ketika sudah menjadi Presiden RI, Jokowi tercatat beberapa kali melakukan blusukan yang dinilai fenomenal. Tengok saja blusukan perdananya ke lokasi korban erupsi Gunung Sinabung yang mengungsi di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Lalu sidak waktu tunggu kontainer (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok.

Selanjutnya menemui Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Kemudian blusukan bersama Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull ke Pasar Blok A Tanah Abang.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini