OKEZONE FILES: Tidak Boleh Memeluk Lutut ketika Menyimak Khutbah Jumat, Simak Kisahnya

Hantoro, Okezone · Jum'at 06 Oktober 2017 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 05 337 1789307 okezone-files-tidak-boleh-memeluk-lutut-ketika-menyimak-khutbah-jumat-simak-kisahnya-bSVv5ykAom.jpg Duduk ihtiba'. (Foto: Ist)

KETIKA melaksanakan ibadah Salat Jumat, setiap jamaah harus menjalankan adab-adab yang sudah diajarkan dalam kitab suci Alquran, Assunah, dan hadis. Sebagaimana dijelaskan oleh para sahabat, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata melarang umat Islam memeluk lutut (ihtiba') ketika menyimak khutbah Jumat.

Dalam sebuah hadis yang dikutip Okezone, Jumat (6/10/2017), dari Mu’adz bin Anas Al Juhaniy, ia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْحُبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari duduk dengan memeluk lutut pada saat imam sedang berkhutbah," (HR Tirmidzi Nomor 514 dan Abu Daud Nomor 1110. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan).

(Baca: OKEZONE FILES: Hari Ini sampai Besok Puasa Tasua dan Asyura, Cermati Nih Kisah Keutamaannya)

Imam Nawawi rahimahullah, ulama besar dari mazhab Syafi'i, dalam Kitab Riyadhus Shalihin membawakan hadis tersebut dengan menyatakan:

"Dimakruhkan memeluk lutut pada hari Jumat saat khatib berkhutbah karena dapat menyebabkan tertidur sehingga terluput dari mendengarkan khutbah dan khawatir pula seperti itu dapat membatalkan wudu."

(Baca: OKEZONE FILES: Yuk Baca Surah Al Kahfi di Hari Jumat, Ini Keutamaannya)

Kemudian Imam Nawawi juga membawakan perkataan Al Khattabi yang menerangkan sebabnya dilarang duduk ihtiba':

"Duduk dengan memeluk lutut itu dilarang (saat mendengar khutbah Jumat) karena dapat menyebabkan tidur saat khutbah yang dapat membatalkan wudhu, juga jadi tidak mendengarkan khutbah." (Al Majmu’, 4:592).

Jadi kesimpulannya, duduk memeluk lutut (ihtiba') ketika khatib sedang berkhutbah dilarang karena bisa menyebabkan jamaah tertidur hingga membatalkan wudhu. Selain itu, ia tidak menyimak khutbah, padahal ini merupakan rukun Salat Jumat. Tapi di luar dari ketika melaksanakan Salat Jumat, ihtiba' diperbolehkan saja.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini