OKEZONE FILES: Simak! Prajurit TNI Peraih Bintang Adhi Makayasa yang Jadi Tokoh Penting di Indonesia

Hantoro, Okezone · Kamis 05 Oktober 2017 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 04 337 1788914 okezone-files-simak-prajurit-tni-peraih-bintang-adhi-makayasa-yang-jadi-tokoh-penting-di-indonesia-KkSCWX9mHY.jpeg Pemberian Bintang Adhi Makayasa oleh Presiden Soekarno. (Foto: Ist)

SETIAP tahunnya Presiden Republik Indonesia memberikan penghargaan Bintang Adhi Makayasa kepada para perwira berprestasi. Penganugerahan tersebut disematkan kepada prajurit lulusan akademi dari empat matra berbeda yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU), serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Lalu di hari ulang tahun (HUT) ke-72 TNI, Kamis (5/10/2017), Okezone paparkan prajurit-prajurit penerima Bintang Adhi Makayasa yang menjadi tokoh penting Tanah Air. Para prajurit lulusan terbaik itu berasal dari instansi pendidikan berbeda, yaitu Akademi Militer Magelang, Akademi Angkatan Laut Surabaya, dan Akademi Angkatan Udara Yogyakarta.

Edi Sudrajat

Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat merupakan anggota Akmil angkatan pertama pada 1960 yang menerima Bintang Adhi Makayasa. Ia merupakan mantan menteri pertahanan dan keamanan (menhankam), Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), dan kepala staf Angkatan Darat (KSAD).

Hanya Jenderal Edi Sudrajat yang pernah mengemban jabatan penting tersebut secara bersamaan. Kepercayaan ini bisa jadi efek dari kepandaiannya ketika di akademi dan kepiawaiannya dalam memimpin pasukan.

Diketahui ketika menjadi perwira, Jenderal Edi Sudrajat pernah menjadi Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 515/Tanggul, Jember, pada 1961–1962), lalu turut dalam Operasi Trikora. Kemudian bertugas melawan kelompok Republik Maluku Selatan, Organisasi Papua Merdeka, serta Gerakan 30 September.

Jenderal (Purn) Edi Sudradjat meninggal dunia pada usia 68 tahun. Ia wafat pada Jumat 1 Desember 2006, sekira pukul 13.15 WIB, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Jenazahnya pun dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Suryadi Sudirja

Jenderal TNI (HOR) Suryadi Sudirja adalah tokoh penting Indonesia yang berfokus di militer dan politik. Perwira TNI penerima Bintang Adhi Makayasa ini lahir di Batavia, 11 Oktober 1938, dan pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 1992–1997.

Jenderal Suryadi Sudirja ketika masih mengenyam pendidikan di Akademi Militer Nasional Jurusan Infanteri (1962) pernah mendapat predikat Garuda Yaksa atau prestasi tertinggi bidang fisik, mental, dan akademik. Kemudian lanjut sekolah ke Seskoad (1974), Pendidikan militer di Prancis (1974), Seskogab (1979), dan Lemhannas (1991).

Selanjutnya dalam karier, Jenderal Suryadi Sudirja pernah menjadi Kasdam Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah (1986–1988), Pangdam Jaya (1988–1990), Asisten Sospol ABRI (1990–1992), Gubernur DKI Jakarta (1992–1997), Menteri Dalam Negeri (1999–2001), serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan (2000).

(Baca: OKEZONE STORY: Mengenal Gelar Bintang Adhi Makayasa Beserta Peraihnya dari Masa ke Masa)

Luhut Binsar Pandjaitan

Jenderal TNI (HOR) Luhut Binsar Pandjaitan adalah anggota Akmil pada 1970 yang juga menerima Bintang Adhi Makayasa. Ia merupakan tokoh penting di negeri ini karena pernah menjabat Menteri Perindustrian Perdagangan, Dubes RI untuk Singapura, Kepala Staf Kepresidenan, Menko Polhukam, dan kini diberi amanah sebagai Menko Kemaritiman.

Jenderal Luhut Binsar yang kelahiran Sumatera Utara, 28 September 1947, adalah lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan 1970. Pada 1967, ia masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) Bagian Darat. Tiga tahun kemudian, Luhut meraih predikat sebagai lulusan terbaik sehingga mendapatkan penganugerahan Adhi Makayasa.

Karier tingginya di militer sangat banyak, beberapa di antaranya yakni Komandan Grup 3 Sandhi Yudha Kopassus (1990); Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993); Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun, Jawa Timur, (1995); Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI-AD (1996–1997); Komandan Pendidikan dan Latihan TNI AD (1997–1998).

Susilo Bambang Yudhoyono

Penerima Bintang Adhi Makayasa selanjutnya adalah Jenderal TNI (HOR) Susilo Bambang Yudhoyono. Ia merupakan anggota Akmil angkatan 1973. Peran SBY untuk Indonesia tidak perlu dipertanyakan lagi. Selain menjadi perwira dengan lulusan terbaik, puncaknya SBY menjabat presiden keenam RI.

Deretan latar belakang pendidikan militer pernah dirasakan pemimpin asli Pacitan, Jawa Timur, ini. Di antaranya adalah Akabri (1973); Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, Amerika Serikat (1982–1983); Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS; Doktor Bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (2004); serta Guru Besar Ilmu Ketahanan Nasional dari Universitas Pertahanan Indonesia (2014).

Di bagian karier, SBY pernah menjabat Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995); Pangdam II/Sriwijaya (1996–1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda; Menteri Pertambangan dan Energi (1999); Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan; serta Presiden RI (2004–2014).

(Baca: FOKUS: Kegagalan Jadi Pemicu Putra Petani Lulus Terbaik hingga Raih Adhi Makayasa)

Moeldoko

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Moeldoko juga penerima Bintang Adhi Makayasa. Ia merupakan anggota akmil pada 1981. Pemimpin tertinggi TNI di masa jabatan 30 Agustus 2013–8 Juli 2015 ini tercatat banyak mendapat banyak penghargaan tanda jasa, seperti Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Satya Lencana Dharma Santala, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Wira Dharma, dan Satya Widya Sista.

Jenderal Moeldoko tercatat pernah mengikuti Operasi Militer Seroja Timor Timur (1984) dan Konga Garuda XI/A (1995). Ia juga pernah mendapat penugasan di Selandia Baru (1983 dan 1987), Singapura dan Jepang (1991), Irak-Kuwait (1992), Amerika Serikat, serta Kanada.

Dalam karier, Jenderal Moeldoko sempat menduduki posisi Panglima Kodam III/Siliwangi (2010); Wakil Gubernur Lemhannas (2011); Wakil Gubernur Lemhannas (2011); KSAD (2013); dan Panglima TNI (2013–2015).

Agus Harimurti Yudhoyono

Lalu perwira terakhir adalah Mayjen Infanteri (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono. Ia merupakan anggota Akmil angkatan 2000 yang mendapat Bintang Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama. AHY –sapaan akrabnya– juga pernah menjabat Danyonif 203/Arya Kemuning.

Agus Harimurti tercatat pernah melakukan pengabdian sebagai tentara Tim Khusus di Aceh, bagian dari Kontingen Garuda XXIII-A di Lebanon, serta tugas-tugas lainnya. Lalu dari jabatan, ia sempat menduduki posisi di antaranya Dankipan C Yonif Linud 305/Tengkorak (2005), Pasiops Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A (2006), Pamen Mabes TNI (2013), serta Danyonif Mekanis 203/Arya Kemuning (2015).

Namun pada 2017, Mayjen Agus Harimurti memutuskan mengundurkan diri setelah memilih turut bertarung di Pilkada DKI Jakarta. Berpasangan dengan Sylviana Murni, ia gagal terpilih. Kemudian melanjutkan menjadi pengurus Partai Demokrat dan mendirikan think tank independent The Yudhoyono Institute.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini