nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Kretek Nasional, Bukan Sekadar Barang Konsumsi Tapi Jadi Warisan Budaya

Ahmad Sahroji, Jurnalis · Rabu 04 Oktober 2017 06:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 03 337 1787986 hari-kretek-nasional-bukan-sekadar-barang-konsumsi-tapi-jadi-warisan-budaya-RS5QbJkXMR.jpg Para pekerja di industri kretek rumahan (Ilustrasi)

JAKARTA - Ketua Umum Komunitas Kretek Aditya Purnomo melihat kretek bukan hanya sekadar barang konsumsi, melainkan sebagai warisan budaya yang hidup ditengah masyarakat Indonesia.

"Kretek juga turut hidup dalam budaya masyarakat kita. Di beberapa daerah masih ada orang yang memberi undangan pernikahan dengan memberikan sebungkus kretek. Pun dalam berbagai acara selamatan, kretek tersaji di gelas-gelas sebagai penghormatan kepada tamu yang datang," tutur Aditya saat dihubungi Okezone, Rabu (4/10/2017).

Dikatakan Aditya, industri kretek telah banyak menghidupi jutaan masyarakat Indonesia. "Sejak petani hingga pedagang asongan. Untuk kebutuhan bahan baku, industri kretek menyerap hampir seluruh komponen yang disediakan. Memang ada yang impor, tapi itu tidak mengganggu keterserapan bahan baku dari dalam negeri," tambahnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar pihak terkait bisa memahami lebih jauh tentang kretek, agar nantinya regulasi terkait rokok yang khas dengan kombinasi tembakau dan cengkeh ini tidak merugikan masyarakat, terutama petani tembakau. 

"Atas dasar itulah, segala kebijakan mengenai kretek harus dipikirkan dengan matang. Jangan sampai ada kebijakan yang malah membuat hidup jutaan masyarakat terancam," tandasnya.

Sebagai sebuah produk, lanjut Aditya, kretek terbilang berbeda dengan yang lain. DImana dalam skala industri, kretek memang jadi industri prioritas. Selain itu kretek juga produk yang tercipta dari tangan orang Indonesia.

"Tembakau campur cengkeh dilinting bersamaan, Ia menjadi sesuatu yang memberikan rasa berbeda dari rokok biasa," pungkasnya.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini