nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mundur dari Pencalonan Demokrat, La Nyalla: Publik Diberi Suguhan Manuver Politik tidak Elok

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 03 Oktober 2017 05:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 02 337 1787179 mundur-dari-pencalonan-demokrat-la-nyalla-publik-diberi-suguhan-manuver-politik-tidak-elok-VSYcHSLMvI.jpg Bakal calon gubernur Jawa Timur, La Nyalla Mataliti

SURABAYA - Dianggap tidak memiliki konsistensi, bakal calon gubernur (Cagubg) Jawa Timur (Jatim), La Nyalla Mahmud Mattalitti resmi mengundurkan diri dari pencalonan Partai Demokrat untuk pelaksanaan Pilgub.

"Saya menilai Partai Demokrat tidak memberi edukasi politik yang baik ke publik, seiring sikap partai yang mengubah-ubah jadwal pendaftaran Pilada Jatim," kata La Nyalla, dalam keterangan persnya di Surabaya.

Ia mengaku pengunduran dirinya dari Partai Demokrat dikarenakan partai bersangkutan membuka kembali pendaftaran pencalonan gubernur Jatim, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk tidak membuka pendaftaran kembali.

"Ternyata harapan besar untuk mewujudkan proses politik yang jujur, transparan, dan kredibel tidak sejalan dengan keputusan Partai Demokrat yang saya nilai masih jauh dari nilai komitmen berpolitik secara sehat," tuturnya.

La Nyalla menilai ada inkonsistensi atas komitmen waktu pendaftaran yang sudah disepakati bersama Partai Demokrat, bahkan komitmen itu disampaikan partai di forum resmi maupun pernyataan tertulis resmi yang juga telah diketahui secara luas oleh publik melalui media.

La Nyalla menduga, pembukaan pendaftaran kembali pencalonan gubernur Jatim di Partai Demokrat untuk mengakomodasi salah seorang calon, yakni Khofifah Indar Parawansa.

"Yang juga patut disesalkan, perubahan jadwal ini tanpa pemberitahuan kepada kami, calon yang sebelumnya sudah mendaftar secara sungguh-sungguh. Itu menyalahi janji politik yang seharusnya dipahami elite partai. Publik diberi suguhan manuver politik yang tidak elok," ucapnya.

Meski demikian, La Nyalla mengaku akan tetap maju dalam kompetisi Pilkada Jatim, sebab sudah menyiapkan beberapa langkah alternatif di antaranya melalui jalur "independen" atau perseorangan.

"Masih banyak partai lainnya yang juga siap mendukung saya, sebab saya mempunyai tujuan baik yakni mensejahterakan masyarakat Jatim, meski saya telah mengundurkan diri dari Partai Demokrat," katanya.

La Nyalla mengaku pengunduran dirinya memang sengaja tidak disampaikan secara tertulis, namun hanya melalui pesan berantai ke berbagai rekan media di Surabaya, hal itu sebagai sikap kekecewaanya terhadap komitmen Partai Demokrat.

Bagi dirinya, kata dia, proses politik bukan soal menang atau kalah dan kuat atau lemah dalam konteks kekuasaan. Tapi harus ditunjukkan dengan cara berdemokrasi yang beradab, sebab masyarakat membutuhkan keteladanan dari elite dan institusi politik.

La Nyalla mengaku juga berterima kasih kepada Partai Demokrat yang sebelumnya menerima pendaftaran dirinya.

Sementara itu, pelaksanaan Pilkada Jatim akan berlangsung pada tahun 2018 dan beberapa partai politik sejak Juni 2017 sudah membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin maju menjadi bakal calon gubernur di wilayah itu.

Berbagai kalangan mulai dari politisi, pengusaha dan beberapa pejabat di beberapa daerah sudah mulai mendapatkan dorongan dari warganya untuk maju menjadi pimpinan tertinggi di Jawa Timur.

Beberapa nama yang sudah mulai muncul dan siap berkompetisi pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang berlangsung lima tahun sekali tersebut, seperti Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini