nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maknai Hari Batik Nasional, Pramono: Dengan Berbatik tidak Ada Lagi Strata Sosial

Fahmy Fotaleno, Jurnalis · Selasa 03 Oktober 2017 05:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 02 337 1787093 maknai-hari-batik-nasional-pramono-dengan-berbatik-tidak-ada-lagi-strata-sosial-PkgNZln6ax.jpg Sekertaris Kabinet Pramono Anung tampak mengenakan batik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2017, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menilai bahwa batik merupakan perekat bangsa sekaligus menjadi simbol persatuan.

"Dengan berbatik, tidak ada lagi strata sosial, kaya maupun miskin, karena batik menunjukkan kolektivitas dan kebersamaan," ujarnya seperti dilansir dari siaran pers Humas Setkab.

Kata dia, sekarang orang pakai baik pejabat maupun masyarakat biasa batik hampir sama aja. "Sehingga ini bagus untuk bangsa ini,” katanya.

Ia menungkapkan, ia hampir setiap hari mengenakan baju batik. Selain itu, saat ini hampir semua pejabat tinggi negara dari atas hingga bawah semua mengenakan batik, tidak lagi bersafari.

"Masyarakat pun mengenakan batik tidak lagi semata-mata karena tanggal 2 Oktober menjadi Hari Batik Nasional tetapi karena batik sudah menjadi kebanggaan. Dan memakai batik itu sudah seperti orang barat memakai jas dengan dasi," ungkapnya.

Dengan demikian, menurut Pramono batik juga sudah menunjukkan identitas bangsa Indonesia, yaitu bangsa yang sedang tumbuh menjadi bangsa yang besar dan tidak lagi terjebak sebagai bangsa kelas menengah.

“Bagaimanapun kita sudah menjadi leader di dalam batik. Dan itu sudah diakui dunia bahwa batik milik kita. Kalau kemudian negara-negara lain menggunakan batik, ya bagus bagus aja,” ujar Seskab.

Soal penetapan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, Seskab Pramono Anung mengatakan, warisan inilah yang kemudian harusnya dirawat bersama-sama.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini