nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat! Ini Hasil Lengkap Pemeriksaan Kejiwaan Pimpinan Saracen

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 02 Oktober 2017 06:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 02 337 1786779 catat-ini-hasil-lengkap-pemeriksaan-kejiwaan-pimpinan-saracen-NIEiCiYc1d.jpg Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Dokter Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur menyatakan bahwa pimpinan Saracen, Jasriadi tidak mengalami gangguan kejiwaan. Jasriadi sendiri menjalani pemeriksaan di RS selama delapan hari.

Dalam proses tersebut, hasil pemeriksaan Psikometri MMI menyatakan tudak terdapat tanda tanda gangguan jiwa yang bermakna. Kemudian, status mental, kesadaran compos mentis atau sadar dan tidak tampak sakit. Penampilan seorang Iaki Iaki sesuai dengan usianya, perawatan diri baik, perilaku tenang dan kooperatif terhadap pemeriksa.

Lalu, pembicaraan spontan dan lancar. Alam perasaan cukup berfluktuatif dengan emosi yang stabil. Tidak didapatkan adanya gangguan proses pikir yang ditandai dengan pembicaraan yang runut, kronologis dan sistematis. Tidak ditemukan adanya gangguan persepsi.

Selanjutnya, fungsi intelektual dalam batas normal. Mekanisme coping tampak adaptif seperti menyatakan bahwa kasus yang menimpa dirinya merupakan teguran dari Allah, tidak menyalahkan pihak Iain dan mengakui kesalahan dalam hal mengakses akun orang lain secara legal. Daya nilai realita tidak terganggu.

Dan pada akhirnya, Dokter mengeluarkan kesimpulan, pada pemeriksaan saat ini terperiksa tidak didapatkan adanya gejala gangguan jiwa yang bermakna yang dapat mengganggu aktivitas sehari hari dan terperiksa menyadari serta mampu memahami nilai dan risiko tindakannya.

Setelah adanya hasil tersebut, polisi kembali melakukan penahanan terhadap Jasriadi Ke Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri di Polda Metro Jaya. Sebelumnya, polisi membantarkan penahanan Jasriadi karena harus menjalani pemeriksaan kejiwaan.

"Iya sejak Kamis (sudah dikembalikan ke Rutan Bareskrim)," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Kombes Irwan Anwar kepada Okezone, Jakarta, Minggu 1 Oktober 2017.

Perkembangan kasus ini, penyidik Bareskrim Polri telah menerima Laporan Hasil Analisis (LHA) Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait transaksi keuangan sindikat Saracen.

Dalam LHA itu, penyidik menemukan sejumlah nama-nama tokoh yang dikenal publik. Namun, identitas orang itu masih belum diungkap polisi.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni JAS, SR, dan MFT lalu, MAH. Dan terakhir polisi menetapkan Asma Dewi sebagai tersangka ujaran kebencian.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini