OKEZONE STORY: Ziarah ke Makam Pahlawan Cilik Ade Irma, Kasih Sayang Ayahanda Jenderal Nasution Indah Terukir di Hadapannya

Hantoro, Okezone · Sabtu 30 September 2017 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 29 337 1785920 okezone-story-ziarah-ke-makam-pahlawan-cilik-ade-irma-kasih-sayang-ayahanda-jenderal-nasution-indah-terukir-di-hadapannya-VOXlz280zx.jpg Kompleks makam Ade Irma Suryani Nasution. (Foto: Hantoro/Okezone)

SUASANA alam cerah menemani Okezone kala berziarah ke makam pahlawan cilik Ade Irma Suryani Nasution. Tempat peristirahatan terakhir putri bungsu Jenderal Dr Abdul Haris Nasution yang jadi korban G30S/PKI itu terletak di Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jalan Raya Prapanca Raya Nomor 9, RT 01 RW 01, Petogogan, Kebayoran Baru.

Guna memasukinya perlu beberapa prosedur yang harus dipenuhi. Maklum saja, saat ini makam Ade Irma belum dibuka untuk umum, jadi butuh alur khusus. Di posisi terdepan, jajaran satuan pengamanan Kompleks Walkot Jaksel yang berbadan tegap dan terlihat sangat disiplin akan meminta alasan kehadiran pengunjung.

Setelah itu diarahkan untuk melalui proses yang ada di dalam Kantor Walkot Jaksel. Usai melaluinya, pengunjung bisa langsung menuju kawasan makam Ade Irma yang ada di sebelah barat. Pohon tinggi menjulang dengan daun-daun rimbun pun menyambut mereka yang datang. Dilanjutkan adanya satu kandang besar untuk unggas yang sayangnya tidak lagi terisi.

Di depan sudah menanti jajaran anak tangga berliku yang membawa peziarah turun makam. Sambil "menghadang" sebuah Monumen Ade Irma Suryani Nasution setinggi 5 meter. Monumen ini lebih mirip berbentuk piramida dengan setiap sisinya tertempel foto-foto Jenderal Nasution kala bertugas dahulu bersama beberapa tokoh negara.

(Baca: OKEZONE STORY: Luar Biasa! Buku 'Pokok-Pokok Gerilya' Karya AH Nasution Jadi Rujukan Militer Dunia)

Di arah selatan monumen itulah baru terlihat makam Ade Irma yang dihiasi batu marmer hitam dan sisi-sisi hingga papan nisan putih. Di setiap bagian makam terdapat untaian serta kaligrafi ayat suci Alquran. Namun yang menyita perhatian tentu ungkapan kalimat kasih sayang Pak Nas yang tertulis di depan makam Ade Irma.

"Anak saja jang tertjinta. Engkau telah mendahului guru sebagai perisai ajahmu," ungkap Jenderal Besar Dr Abdul Haris Nasution di pusara putri bungsunya, sebagaimana dikutip Okezone, Sabtu (30/9/2017).

Jenderal Nasution sendiri dalam pernikahannya dengan Johanna Sunarti dikaruniai dua putri yakni Hendrianti Sahara dan Ade Irma Suryani. Praktis hanya Ibu Yanti –sapaan akrabnya– yang kini rajin menengok dan merawat makam sang adik.

"Baru saja beberapa hari lalu kerabatnya (Ade Irma) datang ziarah. Rutin sih setiap mau tanggal 30 September keluarganya datang ziarah," ujar Wahyudi, komandan keamanan setempat, ketika sedang berbincang ringan.

(Baca: OKEZONE FILES: 4 Bulan Lagi Menikahi si Cantik Rukmini, Lettu Pierre Tendean Justru Jadi Korban G30S/PKI)

Sementara itu jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga rutin berziarah ke makam pahlawan cilik revolusi Ade Irma Suryani, tepatnya bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober. Paginya mereka menggelar upacara bendera di halaman pemkot, dilanjutkan bersama-sama ke makam Ade Irma sambil menaburkan bunga dan berdoa bersama.

"Ya biasa kita (Pemkot Jaksel) upacara 1 Oktober, Hari Kesaktian Pancasila. Tapi karena tanggal 1 (Oktober 2017) jatuh hari Minggu, maka upacaranya hari Senin tanggal 2 Oktober. Dan habis upacara, ziarah ke makam Ade Irma," jelas Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi.

Namun sayangnya, jelas Walkot, pihak Pemkot Jaksel selaku "tuan rumah" makam Ade Irma belum pernah bertemu dengan keluarga Jenderal Nasution. Otomatis pembicaraan mengenai tempat peristirahatan Ade Irma ke depannya belum dilakukan. "Selama saya jadi walkot belum pernah ketemu dengan keluarga Ade Irma," ungkapnya.

Terlepas dari ada atau tidaknya pertemuan itu, Wali Kota Tri Kurniadi menegaskan bakal terus merawat secara serius makam Ade Irma. Meskipun sebenarnya pihak yang lebih berwenang adalah Dinas Sosial DKI Jakarta.

"Makam Ade Irma kewenangannya ada di Dinas Sosial, silakan tanya ke Dinas Sosial. Tapi kami juga tidak lepas tanggung jawab. Masalah kebersihan menjadi bagian dari wali kota," terang Walkot Tri Kurniadi.

Adapun dengan keberadaan makam pahlawan cilik Ade Irma Suryani Nasution di Kompleks Pemkot Jaksel, diharapkan jadi lebih memberitahukan kepada khalayak ramai bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah kelam. Pernah muncul percobaan kudeta yang diduga dilakukan oknum tentara yang terkait PKI. Maka itu, ditegaskan peristiwa ini jangan sampai terulang.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini