Share

OKEZONE FILES: 4 Bulan Lagi Menikahi si Cantik Rukmini, Lettu Pierre Tendean Justru Jadi Korban G30S/PKI

Hantoro, Okezone · Jum'at 29 September 2017 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 28 337 1785143 okezone-files-4-bulan-lagi-menikahi-si-cantik-rukmini-lettu-pierre-tendean-justru-jadi-korban-g30s-pki-7rceqpwmBB.jpg Lettu Pierre Tendean dan Rukmini. (Foto: Ist)

KISAH memilukan lain muncul dari Lettu Pierre Andreas Tendean yang menjadi salah satu korban tewas Gerakan 30 September (G30/S) 1965 dan melibatkan Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain tewas di hari ulang tahun ibundanya, terungkap Pierre ternyata sudah merencanakan segera menikahi perempuan cantik bernama Rukmini.

Berdasarkan keterangan berbagai sumber, Jumat (29/9/2017), pujaan hati Lettu Pierre itu diketahui tinggal di Medan, Sumatera Utara. Rukmini merupakan putri sulung dari keluarga Chaimin.

Perkenalan sejoli ini berawal ketika Pierre bertugas di Medan sebagai Komandan Peleton Zeni di Kodam II Sumatera Utara. Hanya Rukmini yang membuat perwira militer keturunan Prancis-Minahasa itu terpincut, padahal banyak perempuan lain yang mengidam-idamkannya.

(Baca: OKEZONE FILES: Di Hari Ulang Tahun Ibunda, Lettu Pierre Tendean Jadi Korban Tewas G30S/PKI)

Setelah sepakat menjalin kasih, tidak lama kemudian Lettu Pierre melamar Rukmini. Momen berharga itu berlangsung pada 31 Juli 1965, tepatnya ketika menemani pimpinannya Jenderal Abdul Haris Nasution berkunjung ke Medan.

Hubungan kasih keduanya terpaksa dijalani secara jarak jauh karena Pierre yang bertugas mengawal Jenderal Nasution di Jakarta dan mengikuti pendidikan intelijen di Bogor. Sedangkan Rukmini memang menetap di Medan.

Tapi rintangan jauhnya lokasi tidak menyurutkan mereka. Terbukti Pierre dan Rukmini memutuskan segera melangsungkan pernikahan pada November 1965.

(Baca: OKEZONE FILES: Presiden Soekarno Buru-Buru Diselamatkan dari Aksi G30S/PKI, Ini Kisahnya)

Namun apa boleh dikata, takdir berkata lain, Lettu Pierre Tendean menjadi korban tewas G30S/PKI pada 30 September 1965 subuh. Ia diculik oknum-oknum tentara yang diduga kuat bakal melakukan kudeta.

Pierre dibawa karena dikira Jenderal Nasution yang menjadi target utama. Ia selanjutnya dibawa para tentara tersebut ke sebuah rumah di wilayah Lubang Buaya, Jakarta Timur, dan dieksekusi di sana.

Rencana baik menikahi si cantik Rukmini pun harus berakhir tragis. Sebuah gerakan tidak terpuji merusak segalanya. Padahal empat bulan setelah pertemuan Pierre-Rukmini, dilangsungkan satu langkah lagi menuju mahligai rumah tangga tersebut. Inilah akhirnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini