FOKUS: Musim Hujan Tiba, Sejumlah Tragedi Terjadi hingga Perlunya Persiapan Diri

Tim Okezone, Okezone · Kamis 28 September 2017 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 28 337 1784840 fokus-musim-hujan-tiba-sejumlah-tragedi-terjadi-hingga-perlunya-persiapan-diri-HEGHaGANTC.jpg Hujan di wilayah Jakarta. (Foto: Okezone)

TANDA-tanda datangnya musim hujan sudah mulai terlihat di akhir September ini. Guyuran air hujan mulai terjadi di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta. September sendiri memang dikenal sebagai bulan peralihan dari musim panas menuju penghujan. Lalu pada puncaknya bakal terjadi hujan deras sampai awal tahun sekira Januari–Maret.

Di Ibu Kota pun beberapa hari belakangan selalu diliputi awan mendung hingga berpotensi hujan, terutama pada pagi hari. Bahkan kemarin, hujan deras yang terjadi sejak subuh hingga menjelang siang sempat menimbulkan genangan air di beberapa titik serta kemacetan akibat padatnya kendaraan.

Kemudian pagi ini, Kamis (28/9/2017), Jakarta juga diguyur hujan dengan intensitas rendah, namun merata hampir di semua wilayah. Hal tersebut sejalan dengan lansiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan wilayah DKI, Kepulauan Seribu, Tangerang, Bekasi, dan Depok akan diguyur hujan. Hanya Bogor yang diprakirakan berawan.

Suhu udara pada hari ini diprediksi berada pada kisaran 21–32 derajat Celcius. Sementara tingkat kelembapan udara di angka 70–100 persen.

(Buka: Redbons Discussion: Selamat Datang Musim Hujan)
 

BMKG meminta masyarakat mewaspadai perubahan cuaca tersebut karena hujan dengan intensitas lebih tinggi diprediksi terus turun hingga memasuki puncaknya pada awal 2018. Berdasarkan data BMKG Jakarta, saat ini wilayah Ibu Kota dan sekitarnya sedang memasuki masa peralihan ke musim hujan.

Curah hujan di Jabodetabek pun masih tergolong rendah karena berkisar 57–97 milimeter per hari. Baru pada akhir Oktober nanti, curah hujan diperkirakan meninggi dengan durasi lebih lama sebab sudah memasuki musim hujan.

"Di awal (musim hujan) curahnya sedikit, tapi durasi yang dihasilkan cukup meningkat, bisa sampai 2–3 jam per hari," kata Kepala Bagian Humas BMKG Prabowo sebagaimana dikutip dari Koran Sindo.

Curah hujan tinggi diprediksi baru terjadi pada Januari–Februari 2018. Di masa tersebut curah hujan diperkirakan mencapai ratusan milimeter per hari. Pada bulan-bulan itu, hujan yang turun bisa terjadi seharian penuh, bahkan disertai petir.

Prabowo menerangkan, mengenai perubahan cuaca yang terjadi dalam dua pekan terakhir, dinilai masih tergolong wajar. Sebab, September–Oktober merupakan akhir dari musim kemarau dan beralih ke hujan.

(Baca: Antar Cucu ke Sekolah, Nenek Tewas Kesetrum di Johar Baru saat Hindari Genangan Air)

Turunnya hujan di awal-awal musim ini ternyata sudah menimbulkan tragedi memilukan. Sebut saja genangan air di Jalan Gereja Ayam, Jalan Gunung Sahari Raya; di Jalan Kamal, Jakarta Barat, dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter (cm); dan di RT 02 RW 03 Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akibat meluapnya Kali Krukut.

Di Kota Bogor, Jawa Barat, usai hujan deras disertai angin kencang, pohon akasia setinggi 15 meter di Jalan Jalak Harupat, tepatnya seberang Istana Bogor, tiba-tiba roboh. Kemudian menimpa Edwars (31) dan Nur Rizky (25) yang sedang melintas menggunakan sepeda motor. Mereka mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor. Selain itu, sebuah mobil sedan juga tertimpa sampai rusak.

Lalu peristiwa yang paling tragis adalah seorang nenek bernama Suriyah (49) tewas mengenaskan tersengat listrik saat mengantar cucunya berangkat ke sekolah. Insiden ini tepatnya terjadi di Jalan Percetakan Negara II, Johar Baru, Jakarta Pusat. Saat kejadian, tiang listrik di lokasi tergenang air hujan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini