Share

OKEZONE FILES: Presiden Soekarno Buru-Buru Diselamatkan dari Aksi G30S/PKI, Ini Kisahnya

Hantoro, Okezone · Rabu 27 September 2017 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 26 337 1783459 okezone-files-presiden-soekarno-buru-buru-diselamatkan-dari-aksi-g30s-pki-ini-kisahnya-AdmbTnuCTs.jpg Presiden Soekarno. (Foto: Ist)

GERAKAN 30 September 1965 yang terjadi dini hari ternyata baru diketahui Presiden Soekarno pada paginya sekira pukul 09.00 WIB. Ia mendapat informasi dari ajudan hingga kerabat yang meneleponnya. Setelah mengetahui percobaan aksi kudeta tersebut, pasukan pengawalan pun langsung mengambil langkah segera mengamankan Bung Karno.

"Setahu saya, Bapak (Presiden Soekarno) baru tahu soal penculikan jenderal dalam perjalanannya ke Istana," ujar sang istri Ratna Sari Dewi, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Rabu (27/9/2017).

Ia kemudian cepat-cepat dilarikan ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Alasannya, beredar kabar Istana Negara waktu itu sudah dikepung tentara. Presiden Soekarno di sana hanya 12 jam, dan buru-buru dibawa pergi, karena diprediksi lokasi ini menjadi sasaran penyerangan selanjutnya.

(Baca: OKEZONE STORY: Luar Biasa! Buku 'Pokok-Pokok Gerilya' Karya AH Nasution Jadi Rujukan Militer Dunia)

Langkah pengamanan menuju Istana Bogor, Jawa Barat, itu ternyata diinisiasi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto. Kemudian ajudan Bung Karno, Bambang Wijanarko, yang melaksanakannya. Namun, ia tidak mengungkapkan misi membawa pergi dari lanud ini perintah Pak Harto.

"Kendaraan disiapkan. Sekitar pukul 23.00, saya, pengawal pribadi Bung Karno, Pak Leimena (Menteri Dr Johannes Leimena), dan Presiden Soekarno naik ke mobil," kata Bambang dalam sebuah artikel di media cetak.

Mobil yang mereka naiki pun terlihat penuh. Lalu yang unik, Presiden Soekarno sendiri belum tahu hendak diselamatkan ke mana dirinya. Berulang kali Pak Karno menanyakan hal ini ke ajudannya, tapi tidak langsung dijawab. Baru di pertanyaan ketiga, Sang Kepala Negara mendapat alasannya.

(Baca: OKEZONE STORY: Harum! Alkisah Bung Karno dan Parfum Shalimar Kegemarannya)

Ada tiga dasar yang melatarbelakangi. Pertama; menurut perhitungan taktis, Lanud Halim pasti akan diserang. Kedua, meninggalkan Halim tidak menggunakan pesawat terbang karena bisa saja pilotnya menyasarkan tujuan. Ketiga, lokasi tujuan jangan terlalu jauh dari Jakarta agar masih bisa memantau situasi.

Sekira pukul 00.00 WIB, 1 Oktober 1965, rombongan Bung Karno tiba di Istana Bogor. Bambang Wijanarko bersama yang lainnya akhirnya bisa bernapas lega. Baru di sini ia mengungkapkan siapa sosok yang memberi perintah penyelamatan tersebut. Bung Karno pun lega dan bisa menerimanya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini