nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Temukan Rektor Terindikasi ISIS, Ini Pesan BNPT untuk Perguruan Tinggi

Agregasi Antara, · Selasa 26 September 2017 05:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 25 337 1782700 temukan-rektor-terindikasi-isis-ini-pesan-bnpt-untuk-perguruan-tinggi-nDmJD6jXa3.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

BALI - Perguruan tinggi diingatkan untuk lebih berhati-hati lagi dalam merekrut atau menerima dosen baru yang akan menjadi tenaga pengajar.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius dalam Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

"Tolong dalam merekrut dosen berhati-hati karena kami sudah menemukan rektor yang terindikasi ISIS," ujarnya.

Begitu ada rektor yang terindikasi ISIS, Suhardi langsung mengontak Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, dan langsung diambil tindakan.

"Artinya infiltrasi, sudah ke berbagai macam bidang. Ini yang perlu kita waspadai," tambah dia.

Dalam kesempatan itu, sekitar 2.000 rektor dan direktur perguruan tinggi hadir.

"Aksi ini kita laksanakan agar kita selalu dalam semangat menjaga keutuhan bangsa, dengan wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Empat pilar kebangsaan akan berjalan mulus dengan dukungan kita bersama," kata Menristekdikti M.Nasir.

Ke depan, lanjut Nasir, aksi-aksi seperti ini harus terus dilakukan, pemahaman pada Pancasila melalui pendalaman di kegiatan akademik mengenai sejarah lahirnya Pancasila dan mengapa harus ada kelima sila dalam Pancasila.

"Perguruan Tinggi Indonesia harus menjadi pintu gerbang keberlangsungan Pancasila dan menjaga bingkai NKRI," tegas Nasir.

Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), Yudi Latif, mengatakan aksi ini merupakan aksi nyata bahwa dunia pendidikan, terutama pendidikan tinggi siap untuk meneguhkan sikap terhadap NKRI dan pilar kebangsaan lainnya.

"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial saja, namun harus ada langkah praktis," kata Yudi.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini