nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Garap Film G30S/PKI Mileneal Lebih Lengkap, Jangan Sampai Menyudutkan Salah Satu Matra TNI

Febrianto, Jurnalis · Sabtu 23 September 2017 06:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 22 337 1781190 garap-film-g30s-pki-mileneal-lebih-lengkap-jangan-sampai-menyudutkan-salah-satu-matra-tni-BCEgvyHB2N.jpg

JAKARTA - Usul Presiden Joko Widodo agar ada film G30S/PKI versi anak zaman sekarang atau lebih milenial disambut oleh Menko Polhukam Wiranto dan Mendagri Tjahjo Kumolo. Film milenial juga baiknya ada perbaikan secara substansi agar tak terjadi persepsi yang salah.
"Jangan seolah-olah nanti ada salah memahami ketika film baru ada nanti menyudutkan salah satu matra di TNI. Dalam film sebelumnya, ada yang mempersepsikan jenazah 6 jenderal dan satu perwira pertama yang dibuang di Lubang Buaya adalah Halim Perdanakusuma, yang merupakan markas TNI AU," kata Dosen Ilmu Politik Unpad, Arfin Sudirman, kepada Okezone, Sabtu (23/9/2017).
Penulis tesis "The US Containment Policy: the Case Study of 1965 Attempted Coup in Indonesia" di Curtin University of Technology, Perth, Western Australia, menjelaskan, film baru nantinya bisa benar-benar mewakili apa yang terjadi pada malam 30 September 1965.
"Baiknya nanti film dibuat oleh profesional dengan mengambil data wawancara dari sumber langsung. Misalnya dari keluarga korban, bahkan pada keluarga yang terlibat pembunuhan para jenderal," ucapnya.
Menurutnya, banyak hal yang bisa lebih dieksplore untuk lebih melengkapi film milenial G30S/PKI yang bisa diterima oleh anak zaman sekarang. "Durasi juga baiknya tidak seperti yang ada hingga empat jam," tandasnya.
Tanpa menyangsikan hasil karya Arifin C. Noor sebelumnya, film ke depannya digarap dirinya mengatakan baiknya dalam bentuk dokumenter dan dibuat oleh swasta.
Sebelumnya diberitakan, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo memerintahkan jajarannya untuk kembali mengadakan nonton bareng film G30S/PKI yang disutradarai Arifin C. Noor. Perintah panglima tersebut sempat mengundang reaksi pro dan kontra.
Namun dalam wawancara dengan wartawan di Jawa Timur, Panglima menyebut perintahnya sudah disetujui oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Belakangan setelah itu, Presiden Jokowi juga tidak menolaknya, bahkan mengusulkan diproduksi film secara mileneal agar mengena dengan anak muda zaman sekarang. (feb)⁠⁠⁠⁠

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini