nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Warga Miskin Pulangkan Jenazah Keluarganya dengan Angkutan Umum, Rupanya Ini Penyebabnya

Fahmy Fotaleno, Jurnalis · Sabtu 23 September 2017 07:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 22 337 1781061 banyak-warga-miskin-pulangkan-jenazah-keluarganya-dengan-angkutan-umum-rupanya-ini-penyebabnya-xq3sMyb8nz.jpg Delvasari menggendong jenazah bayinya di dalam angkot (Foto: Instagram/@seputar_lampung)

JAKARTA - Aktivis BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan bahwa kejadian seperti yang dialami Delvasari , ibu yang membawa jenazah bayinya dengan angkutan umum atau angkutan kota (angkot) karena tidak memiliki biaya sewa ambulans di Lampung, merupakan kejadian yang umum terjadi dan terus dibiarkan.

"Sudah menjadi pemberitaan umum bahwa kejadian mayat bayi atau anak kecil yang dibawa dengan sepeda motor, kereta api dan angkutan umum lainnya terus menghiasi pemberitaan media kita. Dan fakta ini sudah pasti dibaca oleh pejabat di republik ini," ujarnya kepada Okezone, Sabtu (23/9/2017).

Ia menjelaskan kenapa hal tersebut terus terjadi karena regulasi-regulasi yang ada memposisikan ambulans itu hanya digunakan dalam kondisi merujuk pasien.

"Salah satunya Peraturan Menteri Kesehatan No. 71 tahun 2013 khususnya Pasal 29 menyebutkan ambulans diperuntukkan bagi pasien rujukan dan tidak boleh untuk membawa mayat," jelasnya.

Lanjut dia, tentunya regulasi regulasi tersebut yang menyebabkan faskes (puskesmas atau RS) tidak mengizinkan penggunaan ambulans untuk membawa mayat ke rumah. Dan Kalau pun saat ini regulasi regulasi tersebut masih belum membolehkan penggunaan ambulans bagi rakyat miskin membawa pulang jenazah ke rumah, seharusnya pejabat-pejabat faskes tersebut memiliki diskresi yang bijak sehingga faskes bisa membantu rakyat miskin.

"Saya kira penggunaan ambulans untuk rakyat miskin tidak akan mengganggu kegiatan faskes merujuk pasien ke faskes lainnya," ungkapnya.

Ia berharap ke depan, sebagai legitimasi konkrit, pemerintah harus melihat kondisi dengan obyektif. Regulasi-regulasi yang ada harus dibuat didasari oleh hukum responsif yaitu regulasi sebagai suatu sarana respon terhadap ketentuan-ketentuan sosial dan aspirasi-aspirasi masyarakat.

"Oleh karenanya ketentuan-ketentuan tersebut harus direvisi dan mengakomodir kebutuhan masyarakat miskin untu membawa jenazah keluarganya dengan ambulans dari faskes ke rumah. Ya Pasal 20 PP No.12/2013 dan Pasal 29 Permenkes No.71/2013 harus segera direvisi," harapnya.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini