Dua Kader NU akan Bertarung di Pilgub Jatim, Begini Analisa Ketum GP Ansor

Fahmy Fotaleno, Okezone · Sabtu 23 September 2017 06:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 22 337 1780822 dua-kader-nu-akan-bertarung-di-pilgub-jatim-begini-analisa-ketum-gp-ansor-f3zFe2gZbM.jpg Ketua Umum GP Ansor Gus Tutut (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018 ini kian menarik perhatian. Pasalnya, Banyak pihak yang memprediksi bahkan memastikan suara warga Nahdlatul Ulama (NU) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018 akan terpecah atau terbelah.

Hal ini dikarenakan dua kader NU yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa kemungkinan besar akan masju pada Pilgub Jatim.

Gus Ipul sendiri mengaku tidak risau jika Khofifah Indar Parawansa memastikan ikut bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018.

"Tidak ada masalah. Saya anggap semua calon kuat dan ada survei itu penunjuk arah informasi awal untuk kandidat agar bisa melakukan sesuatu sesuai aspirasi masyarakat, selebihnya sama," katanya.

Melihat kemungkinan tersebut, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Choilil Coumas atau yang akrab disapa Gus Tutut punya analisa jika memang akan terjadi pertarungan antar sesama kader NU di Pilgub Jatim.

Menurutnya, Jika sesama kader NU yang bertarung di Jatim maka akan berpengaruh pada proses politik berikutnya baik itu pemilihan legislatif (Pileg) maupun pemilihan presiden (Pilpres).

"Ini karena jarak yang pendek(antara Pilgub dan Pilpres) ini akan membuat memori orang akan semakin lekat. Kalau posisi terbelah, pasti akan ada luka, dendam dan macam-macam," ujarnya kepada Okezone, Sabtu (23/4/2017).

Ia mengatakan baik Saifullah Yusuf (Gus Ipul) maupun Khofifah Indar Parawansa adalah kader Nahdlatul Ulama (NU) terbaik. Dua-duanya punya prestasi. Namun ia menilai Gus Ipul punya nilai plus yang tidak dimilik bakal calon lain dalam hal menarik dukungan GP Ansor.

Dan terkait Khofifah, Gus Tutut menilai Khofifah sejauh ini sudah sangat baik sekali prestasinya sebagai menteri sosial (mensos). Olehnya itu ia berharap Khofifah bisa melanjutkan perannya sebagai mensos.

"Kalau saya sebagai Presiden Jokowi, saya akan meminta kepada ibu Khofifah untuk tetap menjadi menteri supaya tidak membelah kekuatan NU di Jatim. Apalagi kita tahu NU sekarang ini sepertinya sudah mulai cocok dengan pak Jokowi," ungkapnya.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini