Catat! Jokowi Minta Anak Indonesia Tak Minder Bersaing dengan Bule

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 20 September 2017 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 20 337 1779907 catat-jokowi-minta-anak-indonesia-tak-minder-bersaing-dengan-bule-2VYScwxD9C.jpg Presiden Joko Widodo saat hadir di acara penutupan pelatihan guru PAUD (Foto: Antara)

JAKARTA - ‎Di era kompetisi global menjadikan setiap negara-negara di dunia dapat bersaing secara terbuka. Sehingga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar anak-anak Indonesia tidak minder kalah bersaing dengan warga negara asing (WNA).

"Persaingan ketat antar-negara, individu yang ada di negara-negara lain saling berkompetisi. Itulah (saya minta) persiapkan anak-anak kita bagaimana mempunyai rasa percaya diri yang baik. Kalau kita ini ketemu bule langsung inferior, gerogi. Ya nggak? Itu tidak boleh," kata Jokowi saat menutup pelatihan akbar kepada guru-guru Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD) di Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Rabu (20/9/2017).

Jokowi meminta ‎agar guru-guru PAUD itu mampu mendidik para generasi muda yang percaya diri, berkarakter tangguh, kreatif dan pantang menyerah. Menurut dia, menerapkan pendidikan anak-anak seperti itu akan mampu minciptakan generasi penerus bangsa yang hebat.

"‎Sehingga pada waktu bersaing, berkompetisi itu betul-betul tahan banting dan pantang menyerah. Itulah yang dipersiapkan kepada anak-anak kita. Anak-anak kita juga harus dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang baik dan bijak di mana pun," lanjut dia.

‎Kepala Negara menjelaskan, bahwa anak usai 1-12 merupakan usia emas untuk mendidik karakternya. Sebab itu, usai anak emas tersebut harus dimanfaatkan para guru PAUD untuk membentuk karakter pemimpin yang baik dan bijak.

"Jika ingin jadi menteri dan Presiden, siapkan lah mereka pemimpin-pemimpin yang baik dan bijak. Yang lain, Karakter rendah hati, ini juga harus diisikan kepada anak-anak kita," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, pendidikan karakter perlu diterapkan agar generasi bangsa tetap saling menghormati dan menerapkan nilai-nilai kesantunan ‎dalam Kebhinekaan Indonesia. Apalagi, kata dia, saat ini generasi bangsa telah banyak kehilangan karakter tersebut lantaran terintervensi oleh budaya asing.

"Kita sekarang banyak kehilangan itu, karena ada orang-orang yang mengajarkan tidak seperti itu baik lewat medsos, intervensi budaya dari luar, juga dari kita sendiri mengajari hal yang tidak baik banyak sekali," sambungnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini