nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Terlibat Aksi Antikomunis, YLBHI Tak Akan Polisikan Kivlan Zein karena...

Badriyanto, Okezone · Selasa 19 September 2017 22:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 19 337 1779257 diduga-terlibat-aksi-antikomunis-lbh-jakarta-tak-akan-polisikan-kivlan-zein-karena-ZiAC4HKaoI.jpg Gedung LBH Jakarta saat dikepung massa antikomunis (Foto: Dok LBH Jakarta)

JAKARTA - Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menegaskan, tidak akan melaporkan Rahmat Himran dan Jenderal Purnawirawan Kivlan Zein yang diduga dalang di balik unjuk rasa berujung ricuh di Kantor YLBHI Jakarta.

Asfinawati berpendapat, tanpa laporan pun polisi bisa menyelidiki dugaan keterlibatan Rahmat Himran dan Kivlan Zein. Tanpa laporan, katanya, dugaan keterlibatan keduanya sudah menjadi viral sehingga selayaknya polisi mencari bukti maupun fakta informasi tersebut.

"Memang ada kesalahpahaman selama ini bahwa suatu perbuatan harus dilaporkan oleh yang menjadi korban, tapi tentunya tidak demikian, kalau itu bukan delik aduan tentunya bisa diproses tanpa laporan," kata Asfinawati saat dikonfirmasi, Selasa (19/9/2017).

Asfinawati mengatakan, pihaknya akan terbuka dengan kepolisian dan akan memberikan sejumlah bukti jika memang diminta. Asfinawati pun yakin, melalui Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bisa dengan mudah membongkar dugaan keterlibatan keduanya.

"Itu yang kami minta polisi menyelidiki dan tentu saja LBH tidak punya kemampuan forensik yang begitu," pungkas Asfinawati.

Seperti diketahui, sekelompok massa menamakan diri Antikomunis menggeruduk Gedung YLBHI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat sejak Minggu 17 September 2017. Massa memaksa masuk ke Kantor YLBHI Jakarta memprotes acara diskusi bertajuk 'Asik Asik Asik: Indonesia Darurat Aksi'.

Karena tidak kunjung membubarkan diri, pada akhirnya massa terpaksa dibubarkan polisi dengan menggunakan water canon pada Senin 18 September 2017 dini hari. Setidaknya ada sekira 7 orang ditetapkan tersangka dalam kasus aksi massa yang berujung ricuh tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini