nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LPAI Desak Perbaikan Layanan BPJS, Khususnya untuk Anak

Ahmad Sahroji, Jurnalis · Senin 18 September 2017 05:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 17 337 1777684 lpai-desak-perbaikan-layanan-bpjs-khususnya-untuk-anak-zQzeBAtzUt.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek telah menjatuhkan sanksi administrasi menyusul meninggalnya Tiara Debora. Sanksi administrasi diberikan kepada Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, lantaran diduga bayi berumur empat bulan tersebut tidak mendapatkan pelayanan.

"Memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta memberikan sanksi administrasi sesuai dengan kewenangan, berupa teguran tertulis. Sedangkan sanksi lain akan ditentukan setelah dilaksanakan audit medik," kata Nila dalam surat resminya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jendral (Sekjen) Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Henny Hermanoe menuturkan, bahwa amanat Undang-undang terkait pelayanan kesehatan sudah sangat jelas, bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Amanah Undang-undang kan sudah jelas, bahwa semua anak harus mendapatkan pelayanan. Orang dengan ketahanan ekonomi yang bagus, dan yang rendah harus medapatkan pelayanan yang sama, tanpa terkecuali," katanya kepada Okezone, Senin (18/9/2017)

Penggiat perlindungan anak itu juga mendesak semua pihak terkait untuk segera memperbaiki sistem pelayanan BPJS.

"Kami mendesak dan mendorong semua pihak otoritas untuk bisa mengupayakan sistem BPJS, yang sudah bagus digulirkan pemerintah, tapi implementasinya mungkin masih belum terlalu sesuai," imbuhnya.

Menurutnya, anak-anak harus diperlakukan berbeda dengan orang dewasa. Pasalnya, mereka sangat lebih rentan jadi harus mendapatkan keistimewaan dalam perawatan.

"Artinya, rumah sakit harus menyediakan fasilitas PICU, walaupun memang bukan suatu hal yang murah, tetapi paling tidak rumah sakit-rumah sakit tertentu harus sedia pelayanan itu," katanya.

Ia juga berharap agar pihak rumah sakit seharusnya harus paham bahwa kalau misalnya anak ini berada di dalam ruang ICU biasa atau ruang gawat darurat, maka berikanlah sesegera mungkin pelayanan tersebut. "Tidak menunda-nunda yang akhirnya nyawa melayang," tutupnya.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini